Memperdayai Wanita, TNI Gadungan Di-sel

Sidoarjo, koranmemo.com Ardah Widiata, (23) warga Desa Jedocangkring, Prambon Sidoarjo Jawa Timur harus mendekam di sel Mapolsek Krian Sidoarjo. Pasalnya, tersangka mengaku sebagai bintara TNI AL berpangkat Serka yang bertugas di Koarmabar Jakarta dan Denjaka Surabaya untuk menipu korbannya.

Tersangka kali ini berhasil memperdayai perempuan berinisial DV. Mereka saling kenal Juni tahun lalu. DV tidak butuh lama untuk jatuh hati. Beberapa saat berselang, Ardah mendatangi rumah pacarnya itu di Desa Junwangi, Krian.

Dengan dalih untuk biaya kenaikan pangkat, Ardah meminjam uang ke Sugianto yang tak lain adalah Bapak DV Rp 10 juta. “Langsung dikasih,” tutur Ardah di Mapolsek Krian, Kamis (20/07)

Tidak hanya itu, berbohong dengan alasan meminjam uang Rp 20 juta untuk membiayai pendidikan perwiranya di Jakarta pun dilakukannya. Seiring berjalannya waktu, keluarga korban curiga, sebab, pelaku selalu berkelit ketika diminta mengembalikan uang yang dipinjam. Ardah juga tiba-tiba menghilang.

Sugianto merasa ditipu tidak mau tinggal diam. Dia menggali informasi keberadaan Ardah dari prajurit TNI AL yang dikenalnya. “Dari pencarian itu kedok pelaku terbongkar,” ujarnya.

Selanjutnya, korban melaporkan pelaku ke polisi Selasa lalu (11/7). Usai melakukan penyelidikan selama beberapa hari, petugas akhirnya mengendus keberadaan Ardah Senin (17/7).

Kapolsek Krian, Kompol Widjanarko menjelaskan, tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan di dekat rumahnya. “Modus itu diulangi oleh tersangka sampai beberapa kali, alasannya bermacam-macam, kerugian korban totalnya mencapai Rp 165 juta,” ucap perwira polisi dengan satu melati di pundak itu.

Di tempat yang sama, pelaku mengaku atribut militer itu didapat dari kenalannya. Ardah mengatakan sejak dulu memang ingin menjadi prajurit TNI. Bahkan, dia rela membayar Rp 20 juta agar keinginannya tercapai. “Ternyata ditipu. Hanya dapat atribut tentara,” ungkapnya.

Ardah mengatakan, uang yang dipinjam dari korban sudah habis untuk keperluan sehari-hari. Dia juga menampik ada korban lain dari aksinya. “Hanya satu orang,” ucapnya.

Dia juga memiliki atribut militer untuk menunjang aksi tipu-tipunya. Mulai pakaian, tas, sampai ikat pinggang.

Reporter : Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.