Membedah Perekonomian Kawasan Pesisir Selatan ala Emil Dardak

Trenggalek, koranmemo.com-Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang dipimpin Bupati Emil Elestianto Dardak dan Wakilnya Moch Nur Arifin kini sudah mengalami banyak kemajuan yang pesat. Laju pembangunan itu tampak sekali saat ada pencanangan ‘Bedah Kawasan Pesisir Selatan’.

Elok sekali gagasan yang kini sedang mereka berdua laksanakan bersamaan dua program yang lain , yakni membedah jalur tengah dengan Bendungan Nglinggis  di Kecamatan Tugu dan membuka jalur utara yang kini sudah berjalan layanan moda transportasi bus Damri dengan rute jurusan Ponorogo- Trenggalek (di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan-red) – Tulungagung.

Membangun kabupaten yang memiliki luas 1.261,40 km² itu, diakui suami Arumi Bachsin bukanlah hal yang gampang. Sejak dilantik Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, pada 17 Februari 2016, bupati yang menyandang gelar doktor ekonomi pembangunan termuda dari Universitas Ritsumeikan Asia Pasifik, Jepang, ini mengaku sangat bersyukur dalam hampir dua tahun kepemimpinannya, Trenggalek kini menjadi daerah terdepan di Pesisir Selatan Jawa.

“Selama ini Trenggalek dianggap jauh dari Surabaya, jauh dari Solo. Ditambah medan pegunungan yang berat. Alhamdulillah dengan segala sinergi yang saya bangun bersama kawan-kawan  di sini, Trenggalek menjadi yang terdepan di pesisir selatan. Konsep pembangunan selatan ini mulai menggaung. Bukan hanya di Trenggalek, tapi juga di tingkat provinsi, bahkan tingkat nasional,” katanya, Rabu (29/11).

Menurut Emil yang juga Wakil Ketua umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), dengan dibangunnya berbagai fasilitas di Prigi mulai pelabuhan barang, pelabuhan ikan maupun objek pariwisata nantinya Pesisir Prigi akan menjadi kota perikanan baru di pesisir Selatan Jawa serta bisa menjadi kota poros maritim Malang- Jogya.

“Kurang optimalnya Trenggalek selama ini karena tidak ada pelabuhan barang di sana. Rencana pusat (pemerintah), membangun pelabuhan barang di Prigi akan menjadi solusi daerah, tidak hanya bagi Trenggalek namun juga kawasan pesisir selatan Jatim bagian barat secara keseluruhan,” paparnya.

Dari informasi yang dihimpun , direncanakan pembangunan pelabuhan sedianya akan dimulai pada awal tahun 2018 ini .

Emil mengaku optimistis pegembangan kota maritim di Prigi akan menarik banyak investor, karena akses transportasi laut yang mudah dijangkau membuat harga bahan, biaya produksi dan distribusi jauh lebih efisien.

“Dengan distribusi yang mudah dan murah tentunya iklim investasi bisa masuk sehingga pendapatan masyarakat akan meningkat begitu pula angka pengangguran akan dapat ditekan, dan ini sesuai program Pak Jokowi memangkas biaya transportasi yang mahal akan mampu menekan harga barang, ” ujarnya.

Konsep pelayaran perintis, Emil Dardak sudah sepakat bersama 7 daerah yang lain.  Sinergi ini difungsikan untuk memecah kebuntuan ekonomi di wilayah Selatan Jawa. Dengan Sinergitas antar wilayah di Selatan Jawa ini selain utuk meningkatkan hubungan antar daerah, diharapkan adanya hubungan perdangan yang dapat dijalin antar wilayah di Selatan Jawa.

“Amanah sebagai kepala daerah  ini kita buat untuk membangun sinergi daerah-daerah di Selatan Jawa. Karena kalau kita sendiri-sendiri tidak akan bisa besar, sedangkan dengan kita sama-sama bergabung membangun hubungan dagang antara Selatan-selatan, maka ini bisa menjadi pemicu pemecah kebuntuan ekonomi di wilayah Selatan,” ungkapnya beberapa bulan lalu saat awal dimulainya gagasan pelayaran perintis.

Pelayaran perintis sedianya akan dioperasikan awal pada pertengahan tahun 2018 mendatang , dengan rute Cilacap- Banyuwangi – Tanjung Benoa Bali melalui Pelabuhan Prigi.

Ditegaskan, sudah saatnya merencanakan secara matang , mengenai kapan selesainya , terus untuk apa dan dikirim kemana, itu akan terpadu dengan keperpihakan juga dari pemerintah.

“Jadi kalau mau membangun kawasan Selatan jangan dulu itung-itungan duit dulu, namun kita dorong supaya ekonominya itu melejit,” jelasnya.

Ditanya mengenai target kapan selesainya pembangunan Pelabuhan Prigi yang akan terkoneksi dengan Jalan Lintas Selatan (JLS), Bupati Trenggalek ini menjawab, untuk Prigi saat ini sedang dia dorong, utamanya persiapan lokasi yang harus dibebaskan. Sedangkan Cilacap akan menjadi pangkalan pertama yang mungkin akan konek dengan Banyuwangi sebagai hubungan Selatan-Selatan.

“Harapannya bila nanti Prigi siap, akan menjadi pangkalan selanjutnya,” pungkas penyandang gelar magister dari Universitas Oxford, Inggris ini optimis.

Reporter : Rudi Yuniriyanto

Editor : Hamzah Abdillah

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.