Memasuki Arus Mudik, Ini Imbauan Sat PJR Ditlantas Polda Jatim

Surabaya, koranmemo.com – Pengamanan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019 untuk menghadapi arus mudik dan arus balik akan berjalan lancar dengan seiring sudah diberlakukan pengoperasian pada sejumlah ruas jalan tol di daerah Jawa Timur.

Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2019 yang digelar mulai selama 13 hari ke depan, pihak Sat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jatim sudah menyiapkan untuk mengantisipasi gangguan kemacetan dan keamanan di jalan raya bagi pemudik.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Bambang Sukmo Wibowo, S.I.K., S.H., M.Hum., menjelaskan kita sudah melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat Semeru 2019 mulai per tanggal 29 Mei sampai 2 Juni 2019, kemudian dilanjutkan lagi tanggal 10 Juni 2019.

“Sistem ini dilanjutkan adalah, sesuai tahapan peraturan Menteri Perhubungan per tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2019 tersebut pembatasan kendaraan truk dan diatasnya yang mengangkut selain sembako, kemudian pada tanggal 8 Juni sampai 10 Juni 2019,” kata AKBP Bambang Sukmo Wibowo saat temui di halaman Sat PJR Ditlantas Polda Jatim, Sabtu (1/6/2019).

Berkaitan hal tersebut lanjutnya, peraturan Menteri Perhubungan itu disesuaikan pada situasi dan kondisi, dimana pembatasan kendaraan sangat berguna untuk kelancaran dan pengalihan arus lalu lintas ataupun kegiatan yang lainnya.

“Intinya, adalah bagaimana cara membuat aman dan nyamannya selama pelaksanaan mudik ini. Seperti sudah kita lihat mulai tanggal 30 Mei 2019 kemarin, arus lalu lintas sudah berbeda sekali dari biasanya, karena kendaraan truk sudah tidak ada yang melintas,” sambungnya kepada koranmemo.com.

 Selain itu, pihaknya sudah memberikan tindakan tegas terhadap pengguna kendaraan truk yang masih berusaha mencari peluang untuk melintas di jalan raya. Karena untuk kendaraan jenis truk ke atas sampai dengan sumbu tiga itu yang melintas hanya yang mengangkut muatan jenis sembako atau sejenisnya.

Namun, ada juga truk pengangkut pasir masih ada yang melintas, dan pula kendaraan jenis truk muatan kayu yang melintas di jalan raya. “Nah, seperti ini yang kita tegakkan di lapangan, tapi frekuensinya mereka melintas tidak terlalu banyak. Kami masih memaklumi bagi mereka pengendara truk kalau hanya melintas tidak di jalur panjang,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi berkaitan dengan pengamanan arus mudik ini kalau di Surabaya berarti mulai melihatnya dari perbatasan Ngawi sampai ke Waru Gunung masuk ke Kota. “Itu sebenarnya arus jalan raya sudah banyak berkurang pada saat mereka mulai start dari Jakarta, kemudian pada memasuki wilayah Jawa Tengah juga sudah mulai berkurang. Jadi jalur ke Surabaya sebenarnya tinggal sisanya saja. Tetapi kalau prosentase informasi yang kita dapat dari kawan-kawan Jalan Tol mencapai 20 persen,” terangnya.

Kemudian, AKBP Bambang menyebut dengan kaitannya kemacetan di Jalan Tol itu sebenarnya tidak ada, namun yang ada hanya antre gerbang tol. Kalau di Surabaya atau di Jawa Timur hanya antri gerbang Tol dan ini sudah di buat strategi sedemikian rupa, seperti halnya di Waru Gunung sudah ada alat texting mobile atau mobile rider dan penambahan gerbang satelit, serta ada fasilitasi penambahan juga petugas keamanan satpam yang nanti akan ditempatkan di gerbang tol utama (GTU).

“Sebenarnya GTU ini kan gerbang tol tanpa orang, tapi disitu ada petugas keamanan dari tol sudah menyiapkan,” ujarnya.

Dia memaparkan untuk antisipasi mudik di tahun 2019 ini, jauh lebih bagus dibanding pada tahun sebelumnya, karena pertama sudah dilakukan evaluasi, kedua fasilitasnya sudah bertambah.

“Jadi kita optimis kalau untuk kemacetan dan sebagainya akan upaya mengatasi dengan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

AKBP Bambang Sukmo menambahkan pihaknya juga memberikan tindakan tegas apabila ada truk yang tetap beroperasi di jalan raya.

“Iya saya tilang dong, itu sudah pelanggaran lalu lintas, karena kan sudah di umumkan pada sekitar 1 bulan yang lalu. Dan intinya adalah kita melaksanakan pengamanan secara maksimal,” pungkasnya.

Reporter M Fauzi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date