Melawan dan Berusaha Kabur, Bandar Sabu Ditembak

Jombang, koranmemo.com – Petugas Unit 1 Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang berhasil meringkus tiga orang pria secara terpisah yang merupakan jaringan pengedar narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu, Rabu (11/10) dini hari.  Bahkan salah satu pelaku sebagai bandar, terpaksa ditembak kaki kanannya lantaran berusaha melawan dan kabur saat penggerebekan.

Ketiga pelaku yang ditangkap yakni, Jainul Arifin (27) buruh serabutan, warga Dusun Sambilanang Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung, Anang Supriyanto (32) dagang, asal RT 01/RW 01 Dusun Pulosendang Desa Johowinong Kecamatan Mojoagung dan Santoso (42) dagang, asal RT 02/RW 06 Dusun Muteran Desa Kejagan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto.

“Santoso terpaksa kita tindak tegas karena melawan dan berusaha kabur saat penyergapan di rumahnya,” kata Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Hasran kepada wartawan, Jumat (13/10) pagi.

Lebih jauh Hasran mengatakan, penangkapan terhadap ketiganya merupakan hasil penyelidikan atas maraknya peredaran narkoba jenis sabu di Kota Santri. Dari sini petugas memperoleh data jika pengedar bernama Jainul Arifin.

Setelah berhasil mengantongi nomer kontak Jainul, polisi menghubungi pelaku dengan menyamar sebagai calon pembeli. Tak mengetahui jika yang telpon polisi, keduanya sepakat untuk bertemu di Jalan Desa Betek Kecamatan mojoagung.

“Ketika Jainul muncul, anggota langsung melakukan penyergapan. Dari sini diperoleh barang bukti satu plastik klip sabu dengan berat kotor 1,11 gram, satu buah pipet kaca, sebuah HP (handphone) serta uang tunai Rp 100 ribu,” paparnya.

Saat dimintai keterangan, Jainul menyebut nama pelaku lain yakni Anang. Saat itu juga Jainul diminta menghubungi Anang agar datang. Setelah datang, petugas langsung menangkapnya.

“Dari Anang petugas menyita barang bukti satu bungkus bekas rokok berisi satu pipet kaca berisi sisa sabu dan sedotan plastik,” ungkap Hasran.

Perburuan masih dilanjutkan. Kepada petugas, Anang mengaku memperoleh barang dari bandar bernama Santoso asal Kabupaten Mojokerto. Nah, saat melakukan penggerebekan, petugas harus bersusah payah karena Santoso melawan dan berusaha kabur.

“Melawan petugas dia (Santoso). Makanya kita tindak tegas. Kaosnya juga robek karena tarik menarik dengan petugas,” ujar Hasran.

Sementara dari penggerebekan Santoso, lanjut Hasran, petugas menyita barang bukti satu kaos kaki berisi uang tunai Rp 2.000 sebagai pembungkus delapan plastik klip berisi sabu seberat 4,23 gram, satu pipet kaca berisi sisa sabu, sebuah plastik klip berisi sisa sabu terbungkus bekas bungkus kopi sachet, satu set bong atau alat hisap sabu modifikasi dari botol kaca, satu set bong dari botol plastik, dua buah bong dari botol plastik, tiga filter bong, dua karet sambungan bong, satu dompet berisi 13 pipet kaca terdapat sisa sabu, 15 korek gas, sebuah sambungan korek api dengan kompor, dua sedotan plastik sebagao scrop, satu sedotan, satu timbangan elektrik, satu buah HP (handphone), sebuah buku rekapan penjualan sabu serta uang tunai Rp 2.082 juta.

“Santoso sebagai bandarnya. Mereka dijerat Pasal 114 (1) Jo Pasal 112 (1) UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tandas Hasran.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.