Medsos Faktor Pemicu Perceraian di Lamongan

Lamongan, koranmemo.com – Faktor ekonomi masih menjadi alasan utama angka perceraian di Kabupaten Lamongan. Tak hanya itu, pihak ketiga merupakan urutan berikutnya, kemudian disusul dengan faktor lainnya, salah satunya adalah perkembangan teknologi ikut andil sebagai penyebab kasus tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, Pengadilan Agama Kabupaten Lamongan di bulan ini mencatat ada sebanyak 593 kasus perceraian yang masuk. Hal itu seperti dijelaskan humas Pengadilan Agama Kabupaten Lamongan, Achmad Sofyan, Jum’at (15/3) pada sejumlah awak media.

Dijabarkan Sofyan, dari jumlah perkara yang masuk, ada yang sudah putus dan adapula yang masih tahapan proses persidangan. “Perkara yang masih tahap proses yakni menyangkut pembagian harta gono gini, hak asuh anak dan hak adhonah dan lainnya,” tutur Sofyan.

Ditambahkan kembali jika dalam setiap tahunnya, angka perceraian di Kabupaten Lamongan selalu ada peningkatan. Sofyan menyebut, perceraian itu didominasi pasangan yang masih berumur 20 hingga 35 tahun. Dalam keterangannya di muka persidangan terungkap lantaran faktor ekonomi.

Dari pedoman data yang ada, disebutkan di tahun 2018 sebayak 2.476 perkara cerai yang sudah putus. Kemudian memasuki tribulan pertama di tahun 2019 sudah limaratus lebih kasus yang masuk Pengadilan Agama. “Selain penyebabnya faktor ekonomi yang paling dominan, pihak ketiga juga bisa memicu perceraian,” tambah Sofyan.

Meski begitu, pengaruh besar angka perceraian juga akibat dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Media sosial (medsos) juga menjadi salah satu faktor pendukung rusaknya rumah tangga. Alat komunikasi dengan berbagai fitur sangat bisa mempengaruhi terjadinya perselingkuhan hingga berujung dan berimbas dalam keretakan rumah tangga dan berujung perceraian.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date