Mayat di TPS Gegerkan Warga

Kediri, koranmemo.com – Mayat laki-laki diperkirakan  berusia 70 tahun, yang ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Senin (31/12), membuat geger warga.  Dari pemeriksaan tim Inafis Polres Kota Kediri, Polsek Pesantren, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tidak diketemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh Mr.X.

Koordinar TRC Tagana Kelurahan Burengan, Bambang Rihadi mengatakan, warga yang hendak membuang sampah terkejut melihat Mr.X tergelak di samping bak truk pengangkut sampah. Dari keterangan beberapa warga, Mr.X adalah pemulung yang sehari – hari beraktifitas di TPS Kelurahan Ketami. “Warga sering menyapa Mr.X dengan nama Sardi, namun tidak ada yang tahu nama aslinya. Petugas yang melakukan pemeriksaan, juga tidak menemukan identitas,” jelasnya, saat dikonfirmasi Koranmemo.com, Senin (31/12).

Sardi diketahui sebagai pemulung, semua aktifitasnya dilakukan di TPS itu. Bahkan, di TPS juga ada tempat tidur bekas yang digunakan untuk beristirahat. Menurut Bambang, dari keterangan warga, Sardi pernah mengaku tinggal di Kelurahan Burengan. Namun saat dilakukan pencarian identitas di aplikasi KTP-E, tidak muncul informasi yang valid. “Ternyata tinggal di Burengan itu 4 sampai 5 tahun yang lalu. Meskipun sudah ada imbauan untuk melakukan perekaman, ternyata tidak diindahkan. Sampai saat ini, petugas dari pihak kepolisian dan tim medis dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri masih melakukan pemeriksaan,” sahutnya.

Meskipun tidak ada tanda – tanda kekerasan di tubuh Sardi, petugas segera mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara untuk dilakukan proses visum. “Petugas masih melakukan proses pemeriksaan terkait penemuan mayat ini. Kami juga berharap dari pihak warga, jika mengetahui informasi keluarga korban segera melapor ke Polsek Pesantren,” tutur Bripka Mas’ul Syamsu, Staf Humas Polsek Pesantren.

Proses visum tersebut, lanjut Mas’ul, dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban dan memeriksa ciri – ciri serta sidik jari untuk mengetahui identitas korban. Pemeriksaan ini dilakukan, mengingat korban belum pernah melakukan perekaman KTP. “Yang menjadi kendala, korban belum pernah melakukan proses perekaman. Tempat tinggalnya, hanya tempat tinggal sementara. Untuk sementara waktu, kami masih fokus mencari penyebab meninggalnya korban dan identitas,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date