Massa PMII Demo, Terlibat Saling Pukul dengan Aparat 

Sidoarjo, koranmemo.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang kebetulan berulang tahun ke-159 di tahun 2018 ini.

Demonstran menuntut janji-janji Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang belum terwujud. Mereka menganggap masih banyak aspek-aspek yang belum terpenuhi, terutama di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta pertanian dan pangan.

Beberapa orang melakukan aksi dengan membakar kotak kayu berdimensi 75 centimeter yang diletakkan di depan pintu masuk Pendopo Delta Wibawa.

Kobaran api tersebut memicu reaksi aparat keamanan untuk memadamkannya. Namun, pendemo bereaksi lain, saat itulah terjadi saling pukul antara mahasiswa dengan pihak aparat.

Tidak hanya aksi pembakaran kayu, beberapa mahasiswa juga sempat ingin masuk ke dalam pendopo. Karena saat itu diketahuu sedang dilaksanakannya Pelantikan Penjabat Tinggi Pratama, dan Pejabat Administrator.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa PMII melakukan orasi di depan Kantor Pemkab Sidoarjo. Karena tidak ditemui oleh Bupati dan Wakil Bupati, mereka lalu menuju ke Pendopo Delta Wibawa dengan cara berjalan kaki.

Ketua PMII Cabang Sidoarjo, Lucky Eka Adi Setyawan mengatakan kedatangannya dan puluhan mahasiswa ini ingin menemui Bupati dan Wakil Bupati. Mereka berharap janji para pemimpin daerah ini untuk mensejahterakan masyarakat Sidoarjo segera dipenuhi.

“Kedatangan kami ini ingin menemui Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Agar janjinya untuk mensejahteran masyarakat di penuhi, ” terangnya saat di lokasi, Kamis (1/2/2018).

Dikatakan, Kabupaten Sidoarjo sudah menginjak usia ke-159 tahun, namun, masih banyak aspek-aspek yang belum prima. Seperti pendidikan yang masih banyak pungli, lingkungan di Sidoarjo masih sering banjir, kesehatan yang kurang ditangani. “Sidoarjo bagian Barat saat ini perlu dijangkau rumah sakit,” cetusnya.

Sementara aspek pertanian, lanjut Lucky, di Sidoarjo ada 11 tipe penggunaan lahan pertanian,  namun saat ini lahan pertanian dan tambak berubah menjadi lahan pemukiman.

“Kami lebih kecewa karena tidak ditemui oleh mereka, lebih kecewa lagi sepeda motor para mahasiswa digembosi oleh oknum. Dalam waktu dekat kami akan datang lagi melakukan kegiatan yang sama,” jelasnya.

Setelah melakukan orasi di depan Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo para mahasiswa Membubarkan diri masing-masing karena diguyur hujan.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.