Mas Ipin Segera Dilantik sebagai Bupati Trenggalek

Trenggalek, koranmemo.comWakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin segera dilantik menjadi Bupati Trenggalek definitif. Pelantikan ini menyusul keluarnya Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pengangkatan Mas Ipin sapaan akrab Wakil Bupati Trenggalek menjadi bupati definitif. Pernyataan itu disampaikan Agus Cahyono, Wakil Ketua DPRD Trenggalek di kantornya, Selasa (14/5).

“Informasi yang kami dapatkan SK (pengangkatan, red) itu sudah diterbitkan (Mendagri, red), sekarang sudah turun. Sekarang kami masih menunggu jadwal Gubernur Jawa Timur melantik Bapak Bupati,” ujarnya saat ditemui usai rapat badan musyawarah (bamus) di Kantor DPRD Trenggalek.Berdasarkan ketentuan, pasca keluarnya SK pengangkatan Mas Ipin, lanjut Agus Cahyono, Gubernur Jawa Timur akan segera menjadwalkan pelantikan Bupati Trenggalek definitif. Ia berharap pelantikan itu dapat dilakukan secepat mungkin mengingat banyak hajat Pemerintah Daerah (Pemda) Trenggalek yang harus segera diselesaikan.

“Sebentar lagi kita mau membahas tentang KUA-PPAS 2020. Kemudian ada nota persiapan APBD 2020, itukan perlu Bupati definitif. Harapan kami bagaimana pemerintah daerah juga segera komunikasi, melobi ke Provinsi agar segera dijadwalkan pelantikan, sehingga tidak pelaksana tugas (plt). Khan lucu saat membahas APBD masih plt. Krusialnya disitu,” ujarnya.

Sembari menunggu waktu pelantikan Mas Ipin, kalangan legislatif telah menyusun panitia untuk mengisi kekosongan jabatan Wakil Bupati Trenggalek yang akan segera ditinggalkan. Sesuai mekanisme, jabatan yang ditinggalkan Mas Ipin akan diisi oleh kandidat yang nantinya akan diajukan oleh partai pengusung Mas Ipin beserta mantan Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak dalam Pilkada beberapa waktu lalu.

“Nanti partai pengusung akan mengajukan dua calon ke DPRD. Nanti ketika panitia sudah terbentuk ada juklak dan juknis untuk pemilihan Wakil Bupati Trenggalek,” kata Agus Cahyono.

Agus Cahyono optimis pelantikan Mas Ipin akan dilakukan secepat mungkin, mengingat dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan APBD tahun 2020. Ini sekaligus menipis asumsi liar tentang kemungkinan Bupati tunggal hingga akhir masa jabatan Februari 2021, jika Mas Ipin menjadi bupati definitif kurang dari 18 bulan.

“Berarti kalau kurang dari 18 bulan estimasinya sudah masuk di Bulan Oktober, itu enggak mungkin. Karena nanti kita perlu proses pembahasan APBD induk 2020. Harus ada bupati definitif. Nanti kami akan lakukan langkah strategis, misal melobi ke Provinsi agar segera dilantik,” tegasnya.

Ia juga menyebut, berdasarkan aturan, Mas Ipin juga masih mempunyai kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Trenggalek hingga dua kali. Hal ini merujuk pada masa jabatan bupati definitif periode 2016-2021 yang dijalani kurang dari 2,5 tahun.

“Ketika masa jabatan kurang dari 2,5 tahun atau separuh masa jabatan itu tidak dihitung satu periode. Nanti kalau ingin lanjut mencalonkan diri sebagai bupati masih bisa dua kali lagi,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Edy Soepriyanto Kepala Bagian Administrasi dan Pemerintah Pemkab Trenggalek menyebut telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (pemprov) perihal pelantikan Mas Ipin menjadi bupati definitif. Namun ia menyebut belum dapat memastikan kapan pelantikan itu bakal berlangsung.

“Kami masih menunggu info dari Pemerintah Provinsi,” kata dia melalui pesan singkat yang diterima Koran Memo.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date