Marak Sapi Mati Mendadak, Ada Apa?

Lamongan, koranmemo.com – Kejadian sapi mati mendadak di beberapa wilayah Kabupaten Lamongan, tercatat mulai bulan Desember 2018 hingga akhir Januari 2019, mencapai 9 ekor. Dugaan sementara, hal itu disebabkan oleh keracunan.

Diantaranya baru-baru ini dua ekor sapi mati mendadak di wilayah Kecamatan Sukodadi. Dua ekor sapi yang mati mendadak tersebut adalah milik Suwardi (60) warga Dusun Gempol, Desa Gedangan, Kecamatan Sukodadi.

Kejadian itu menjadi tanda tanya besar warga sekitar. Apalagi, kondisi matinya sapi itu diketahui warga lain. “Punya sapi tiga, tadi pagi sekitar jam 06.00 WIB mati mendadak dua ekor. Yang satu masih kritis,” kata Tarno, tetangga Suwardi.

Tarno menjelaskan, jika keadaan sapi sebelumnya dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. “Tidak ada gejala sakit sapinya, tadi diketahui oleh Pak Wardi, ketika akan memberi makan,” ucapnya, Jum’at (1/2) pagi.

Sementara, tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan mendapat laporan itu langsung bergerak menuju lokasi. Setelah mengambil sampel pakan dan darah sapi, petugas bakal kembali setelah mendapatkan hasil laboratorium tentang matinya sapi tersebut.

Namun, petugas menganalisa sementara, kematian sapi ternak tersebut lantaran bukan karena antraks melainkan bisa akibat keracunan dari obat-obatan yang disemprotkan ke tanaman atau racun tikus.

Selain itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Sukriyah kepada awak media menanggapai kejadian itu pihaknya tidak mau mengandai-andai. Pihaknya bakal memberikan keterangan secara benar setelah mendapatkan hasil uki laboratorium.

“Masih kita uji lab lagi, karena dari hasil lab kejadian satu bulan yang lalu pada kasus yang sama belum bisa disimpulkan,” ungkapnya sembari menambahkan jika pihaknya bakal memberikan komentar lanjutan terkait asal muasal sebelum hingga sapi tersebut mati asalkan berdasarkan data kongkret.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date