Manajemen Inul Vizta: Kami Tidak Menyediakan Perempuan Pendamping

Kediri,koranmemo.com Pasca pemasangan police line oleh aparat kepolisian, manejeman karaoke keluarga Inul Vizta langsung melakukan klarifikasi dengan mengundang sejumlah Wartawan. Menurut keterangan Perwakilan Manajemen Inul Vizta Windi Kadiarti, tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meluruskan kesimpangsiuran berita yang sedang berkembang.

Dijelaskan kronologis ketika itu berawal  pada hari Kamis (13/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Pihaknya kedatangan tamu dua orang  laki-laki, yang memesan room dua (deluxe ukuran besar). Mereka memesan ruangan besar  karena ada temanya yang menyusul datang.

Ditambahkan, menginjak pukul 00.30 WIB dini hari, tempat karaokenya didatangi rombongan tamu berjumlah sekitar 7 sampai 9 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Salah satu perempuan itu, kemudian menanyakan keberadaan temanya yang sedang karaoke di room 2.

“Petugas kami, hanya mengantarkan sampai di depan pintu room. Selanjutnya kalau di SOP kami, apa yang terjadi di dalam room itu sudah di luar kewenangan kami. Pada saat rombongan masuk, lalu kita tinggal,” terangnya kepada sejumlah wartawan, Jum’at ( 14/7).

Beberapa saat kemudian, lanjutnya rombongan tadi keluar, bersama tamu yang ada di dalam. Pihaknya baru tahu, jika rombongan yang baru datang itu, adalah dari Polda Jawa Timur.

Dijelaskan, tujuan kedatangan rombongan Polda datang ke tempatnya memang untuk mencari keberadaan tamu yang sedang berkaraoke di lokasi. ” Kalau misalnya banyak pemberitaan bahwa kami menyedikan perempuan, minuman keras. Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Dikatakan, Inul Vizta adalah tempat karaoke keluarga tidak mungkin menyedikan minuman berakohol dan perempuan pendamping karaoke. “Saya meluruskan berita berita yang beredar, sampai detik ini begitu,” pungkasnya.

Ia tidak memungkiri terkadang ada tamu yang secara diam-diam membawa makanan dan minuman dari luar, tanpa sepengatuan pegawainya. Lebih lanjut ia mengakui ada beberapa pegawai yang dibawa ke Polda Jawa Timur, untuk dimintai keterangan namun hanya sebatas sebagai saksi, karena TKP penangkapan di lokasi.

“Memang orang- orang Polda ke tempat kami, untuk mencari costumer yang kebetulan ada di rom 2,” bebernya.
Langkah yang diambil manajemen saat ini, sedang berkoordinasi dengan pengacara untuk menentukan sikap selanjutnya.

Reporter: Abdhur Rosyid
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.