Mahasiswa UNP Demo Saat Penilaian Bakal Calon Rektor

Kediri, koranmemo.com — Puluhan mahasiswa berbagai jurusan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menggelar demo saat berlangsungnya penilaian bakal calon rektor di Kampus I UNP PGRI Kediri, Senin (9/9).  Mereka meminta kepada tiga bakal calon (balon) rektor yang mengikuti penilaian untuk tidak maju dalam proses pencalonan tersebut.

Salah satu aktivis mahasiswa menjelaskan, mahasiswa yang melakukan orasi meminta tiga dosen untuk mundur, karena mahasiswa menemukan kejanggalan dalam proses pengajuan yang tidak sesuai dengan persyaratan. “Temuan ini, teman-teman mengkaji dari berkas – berkas yang sudah ada dan ditandatangai oleh ketua senat. Ada pelanggaran bersifat berkas dan beberapa pelanggaran bersifat kode etik,” tuturnya.Tiga calon yang menjabat pada tahun 2015 disebut sempat bermasalah yang menyebabkan proses akreditasi kampus sempat terganggu. Para mahasiswa khawatir jika permasalahan tersebut terulang kembali. Bahkan, para mahasiswa ini juga khawatir jika akreditasi akan dicoret dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristedikti) Republik Indonesia.

Perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan ini, juga khawatir mengenai legalitas pasca sarjana jika beberapa bakal calon rektor tersebut kembali maju dalam proses pencalonan ini. “Teman-teman juga menulis ‘Menolak Lupa 2015’, untuk mengingat kembali dengan adanya musibah pada tahun 2015 lalu, mahasiswa yang sudah sarjana justru diragukan legalitasnya. Kami juga siap mengawal proses ini sampai tuntas,” jelasnya.

Wakil Rektor III, M. Muchson mengatakan, proses penilaian  dimulai dari presentasi yang dilakukan oleh lima bakal calon rektor.  Mereka menyampaikan visi dan misi jika terpilih menjadi rektor. Setelah itu, baru dipilih tiga orang yang menjadi calon rektor.

Di tengah-tengah proses penilaian tersebut, beberapa mahasiswa melakukan orasi di halaman UNP PGRI Kediri. “Saat proses penilaian tersebut, memang ada sejumlah mahasiswa yang menyampaikan pendapat mereka. Tapi saya kurang paham, karena saat mereka menyampaikan orasi saya berada di dalam ruangan untuk mengikuti porses penilaian,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date