Mahasiswa Jangan Ikut Arus Perdebatan Pasca Pilpres

Kediri, koranmemo.com – Pesta demokrasi sudah selesai 17 April kemarin, tapi pertikaian tentang siapa yang akan memimpin bangsa ini masih terus terjadi membuat banyak informasi bohong bertebaran. Lentera Institut Indonesia bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri mengajak mahasiswa tidak terbuai dengan arus perdebatan itu karena ada banyak persoalan bangsa yang jauh lebih penting, seperti persoalan kesejahteraan masyarakat.

Dialog publik bertema menjaga keutuhan bangsa dan mewaspadai konflik pasca Pilpres 2019 diusung dalam kegiatan yang berlangsung di gedung Fakultas Ushuluddin IAIN Kediri, Jumat (26/4). Sekitar 150 mahasiswa antusias mengikuti mengingat tema tersebut sedang banyak diperbincangkan baik di media sosial, media massa, maupun media elektronik, yang tidak terlepas dari kehidupan mereka sehari – hari.

Muhammad Sauki, Ketua Panitia mengatakan, pesta demokrasi saat ini cukup menguras tenaga dan fikiran dibanding lima tahun yang lalu. Jika sebelumnya perdebatan selesai pasca pemilihan, saat ini justru saling klaim dan saling tidak mempercayai dari hasil perhitungan cepat yang ada.

“Kita ingin bersama – sama menjaga keutuhan bangsa, jangan sampai pemilu yang seharusnya disebut sebagai pesta demokrasi ini justru memecah belah bangsa ini karena kepentingan – kepentingan kelompok. Kita berharap dengan dialog ini bisa mencari apa yang seharusnya dilakukan kita sebagai mahasiswa dengan keadaan saat ini,” ujarnya.

Khoerul Umam salah satu pemateri dalam kegiatan itu mengatakan, konflik politik yang terjadi ditataran nasional ini semakin dirasakan karena perkembangan informasi yang semakin cepat dan semakin banyak sehingga tidak ada perbedaan mana yang benar dan mana yang salah.

Selain Khoerul Umam, kegiatan itu juga dihadiri oleh dua pemateri lainnya, diantaranya Ahmad Fauzan Pujianto, dan Indra Latief Syaepu akademisi kajian konflik dan perdamaian.

Reporter Zayyin multazam S
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date