Lupus Pada Anak, Harus Kenali Sebab dan Gejalanya Sejak Dini!

Koranmemo.com – Yang namanya penyakit memang tidak ada yang lebih baik atau lebih menyeramkan, karena semua penyakit itu pasti tidak enak.  Dan jelas, tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau dirinya atau orang-orang yang disayanginya sakit.  Tapi ada satu jenis penyakit yang menjadi mimpi buruk bagi semua orang di dunia ini, yaitu jenis penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh.  Apalagi jika penyakit tersebut menyerang buah hati tercinta.

Ada beberapa macam penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.  Namun, yang akan kita bahas kali ini adalah penyakit lupus.  Utamanya, penyakit lupus pada anak.  Kenapa pembahasan ini menjadi penting?  Pasalnya, di antara semua jenis penyakit kekebalan tubuh, penyakit lupus adalah yang paling rentan terjadi pada anak.  Di negara Amerika Serikat, lebih dari 10.000 anak terkena penyakit lupus.  Namun sayangnya, di Indonesia sendiri belum ada angka pasti berapa anak yang terkena penyakit berbahaya tersebut.  Pasalnya, penyakit lupus pada anak sangat sulit terdeteksi.  Salah-salah, malah dikira penyakit demam atau flu biasa.

Bagaimana bisa dikira penyakit biasa?  Nah, itulah yang mengerikan dari penyakit lupus ini.  Tahu tidak apa julukan penyakit lupus?  Penyakit 1.000 wajah.  Lho, kok bisa?  Sekarang begini.  Sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi untuk menjaga tubuh manusia dari serangan bakteri atau virus jahat yang ingin masuk.  Ketika sistem ini bermasalah, tentu saja bakteri dan virus jahat dengan mudahnya masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Lalu,  apakah penyakit lupus itu demikian?  Tentu saja tidak sesederhana itu.  Ketika seseorang menderita penyakit lupus, sistem kekebalan tubuh tidak lagi bekerja bagaimana seharusnya.  Mereka tidak berhenti bekerja, melainkan bekerja dengan salah.  Mereka tidak bisa mengenali mana yang jahat dan mana yang baik.  Hasilnya, jaringan-jaringan penting dalam tubuh manusia pun ikut diserang, mulai dari kulit, ginjal, jantung, paru-paru sampai otak.  Makanya seseorang yang terkena penyakit ini sangat rawan menderita berbagai penyakit komplikasi.

Ada beberapa jenis penyakit lupus.  Namun lupus sistemik adalah lupus yang paling umum terjadi pada anak.  Lupus pada anak ini kebanyakan menyerang anak-anak yang menginjak usia remaja.  Ada beberapa penyebabnya, antara lain genetik, sinar matahari, penggunaan obat, dan hormon.  Mari kita bahas satu per satu.

Penyebab yang pertama adalah faktor genetik.  Faktor yang satu ini memang sama sekali tidak bisa dihindari karena faktor penyebabnya adalah hubungan darah.  Bahkan tidak perlu turunan pertama, turunan kedua dan ketiga pun juga bisa tertular penyakit ini.  Kendati demikian, risiko tertularnya sebenarnya tidak terlalu besar, hanya 25 persen.  Jadi masih ada 75 persen kemungkinan anak atau cucu ataupun cicit terkena penyakit ini meskipun Anda menderitanya.

Kemudian penyebab kedua penyakit lupus pada anak adalah sinar matahari.  Ketika anak sudah sekolah, mereka pasti akan sering menghabiskan waktunya di luar rumah.  Apalagi anak laki-laki yang aktif dan suka berolahraga.  Namun jika mereka terlalu sering terkena sinar matahari di atas jam 09.00 WIB, risiko mereka terkena penyakit lupus pada anak ini juga semakin tinggi, karena bisa memicu inflamsi dari sistem kekebalan tubuh.  Makanya, bagi yang mempunyai anak yang aktif dan suka sekali ‘panasan’, segera diingatkan. Sinar matahari yang baik adalah sinar matahari sebelum jam 09.00 WIB.

Penyebab lupus pada anak yang ketiga adalah penggunaan obat jangka panjang.  Misal saja, anak terbiasa mengkonsumsi satu jenis obat untuk mengobati batuknya yang tidak kunjung berhenti.  Kalau obat tersebut dipakai terus menerus, bisa-bisa sistem kekebalan tubuh anak akan terganggu, sehingga terjadilah penyakit lupus pada anak.  Namun tidak perlu terlalu risau kalau penyebabnya adalah obat.  Asalkan obat tersebut berhenti dikonsumsi, maka penyakit tersebut juga akan ikut sembuh.

Yang terakhir adalah karena faktor hormon.  Saat anak berusia 12 tahun, hormon mereka mulai berubah.  Tapi siapa yang menyangka, kalau perubahan hormon yang harusnya wajar terjadi ini juga bisa memicu terjadinya penyakit lupus, ketika tubuh menolaknya.  Faktor ini juga merupakan faktor yang tidak bisa dihindari karena muncul dengan sendirinya.  Makanya, hal yang terbaik yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah penyakit lupus pada anak semakin parah adalah segera mengenali gejala-gejala awalnya sebelum terlambat.

Apa saja gejala lupus pada anak itu? Yang pertama dan yang paling mudah terlihat adalah butterfly rash.  Jadi, ketika anak terkena lupus, maka di wajah anak tersebut akan muncul bintik-bintik warna merah dalam jumlah sangat banyak.  Bintik-bintik merah tersebut membentuk pola mengikuti tulang pipi.  Makanya jadi berbentuk seperti kupu-kupu dan disebut sebagai butterfly rash.

Kemudian gejala yang kedua adalah sendi-sendi anak mengalami pembengkakan.  Ketika anak mengeluh sendi-sendinya terasa nyeri dan kaku, maka sebaiknya, segera periksa sendi tersebut.  Kalau warnanya kemerahan, berarti itu adalah salah satu gejala lupus.  Apalagi jika sudah terjadi pembengkakan, harus segera dibawa ke dokter untuk pengobatan dini.

Gejala ketiga lupus pada anak adalah sariawan.  Kalau seseorang terkena sariawan, pasti rasanya akan sangat sakit.  Bahkan sampai makan pun tidak doyan.  Tapi ketika menderita lupus, anak akan terkena sariawan, tapi sama sekali tidak akan terasa sakit.  Biasanya, sariawan ini terjadi di langit-langit dan di pinggir lidah.  Atau yang lebih ekstrem, ada sariawan yang bisa nyasar sampai di hidung.

Gejala keempat adalah air seni yang tidak normal.  Organ tubuh yang memproses air seni adalah ginjal.  Ketika ginjal ini mengalami peradangan yang disebabkan oleh penyakit lupus, maka yang terjadi adalah ginjal tidak bisa bekerja dengan sempurna dalam menyaring protein.  Akibatnya, beberapa unsur protein dan sel darah yang seharusnya diserap oleh tubuh justru ikut keluar bersama dengan air seni.  Makanya, air seni yang normalnya berwarna putih atau kuning, bisa-bisa berubah warna menjadi merah.

Gejala kelima adalah kurang darah atau anemia.  Bagi anak laki-laki mungkin mereka bisa langsung istirahat atau makan-makanan yang banyak mengandung zat besi agar badan tidak terlalu lemas.  Namun bayangkan jika anak Anda adalah perempuan yang ternyata sudah mengalami menstruasi. Mereka akan merasakan lemas yang tidak terkira, dan bahkan bisa sampai pingsan.  Makanya, ketika anak perempuan mengalami dampak menstruasi yang tidak normal, harus segera diperiksakan dan jangan dianggap enteng.

Gejala yang keenam dan paing mengerikan bagi para orang tua adalah gangguan mental.  Ketika seseorang menderita lupus, maka dia akan mudah cemas dan mudah depresi.  Jika itu orang dewasa, mungkin mereka bisa mencari hiburan untuk mengurangi depresi yang mereka rasakan.  Namun ketika hal ini terjadi pada anak, maka mereka akan mudah marah dan mudah mengamuk.  Bahkan mereka juga bisa menangis karena hal-hal sepele.

Nah, itu tadi ulasan tentang lupus pada anak, semoga dapat membantu para orang tua mencegah hal yang buruk terjadi pada anak Anda.  Terima kasih.

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date