Lokasi Wisata Pegunungan Tujuan Utama Wisatawan

Tulungagung, koranmemo.com – Lokasi wisata di daerah pegunungan menjadi tujuan utama masyarakat, untuk menghabiskan waktu liburan tahun baru 2019. Seperti halnya di lokasi wisata hutan bambu Cowindo yang berada di lereng Gunung Wilis atau tepatnya di Desa/Kecamatan Sendang. Dimana jumlah pengunjung di waktu liburan tahun baru mengalami peningkatan hingga lima kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.

“Kalau jumlah pengunjung mengalami peningkatan dibanding dengan hari biasa. Kalau hari biasa hanya 200 orang, namun kini pengunjung kurang lebih sekitar 1000 orang pengunjung,” ungkap Direktur Utama Wisata Hutan Bambu Cowindo, Gembong Surya Wirawan kepada koranmemo.com, Selasa (1/1).

Gembong menuturkan, wisata hutan bambu cowindo jaraknya kurang lebih 25 kilometer dari pusat Kota Tulungagung. Ada beberapa wahana yang ditawarkan bagi para pengunjung, yang menjadi alternatif bagi keluarga yang hendak berwisata. Seperti halnya ada peternakan sapi yang menjadi icon wisata tersebut, selain itu juga ada kandang kambing etawa maupun anak sapi.

“Pada wahana tersebut, pengunjung akan diberikan edukasi bagaimana cara memerah susu sapi perah. Atau memberikan makan dan minum kepada sapi perah, serta pengolahan kotoran sapi yang dijadikan biogas. Tidak hanya sapi, namun juga ada taman kelinci yang menjadi idola para anak – anak,” katanya.

Untuk arena yang menjadi icon dari Cowindo yang tidak dimiliki oleh wisata lainnya yaitu hutan bambu. Kata Gembong, bambu tersebut merupakan tanaman alami yang sudah lama tumbuh. Kemudian oleh Gembong, lokasi tersebut ditata dengan rapi, diberikan anak tangga untuk memudahkan ketika berjalan.

Selain itu, pada hutan bambu tersebut juga diberikan tempat atau spot untuk berswafoto maupun untuk beristirahat. “Sebelum memasuki hutan bambu, warga dimanjakan dengan beberapa rumah sasak atau rumah suku indian. Disamping lokasi tersebut ada wahana panahan yang selalu ramai pengunjung,” ujarnya.

Pada hari libur tahun baru ini, ternyata pengunjung tidak hanya dari warga Tulungagung saja. Melainkan ada yang dari Yogyakarta, Bandung dan daerah lainnya. Untuk memasuki lokasi wisata ini, para pengunjung hanya mengeluarkan uang untuk membeli tiket sebesar Rp 10 ribu, dan tiket tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan susu hasil olahan dari wisata tersebut, dengan kemasan 200 mililiter.

“Jadi susu hasil peternakan kita olah sendiri dengan berbagai rasa. Ada yang diolah menjadi yogurt,” paparnya.

Sementara itu, Wiwing salah satu pengelola wisata hutan bambu, di liburan tahun baru ini dirinya juga menggelar festival kuliner pasar papringan. Pada festival kuliner itu ada berbagai macam makanan tradisional yang disediakan, dan harganyapun cukup murah yaitu maksimal harga Rp 5 ribu.

“Untuk pedagang di pasar papringan ini, kita mengajak pedagang Pasar Sendang yang keseharian memang berjualan jajanan tradisional dipasar, untuk bersedia berjualan pada festival tersebut. Dan tempatnya kita yang sediakan secara gratis,” tuturnya.

Wiwing menambahkan, hutan bambu ini di buka sejak enam bulan lalu atau pada liburan hari Raya Idul Fitri tahun 2018 lalu. Pengunjung mulai penasaran setelah melihat  beberapa foto d ilokasi wisata mulai beredar di media sosial. Dan keseharian, atau pada hari biasa. Mayoritas pengunjung dari lembaga sekolah tingkat TK hingga SD di Tulungagung yang menggelar out bond. “Kalau hari biasa pengunjung dari lembaga sekolah TK dan SD,” tambahnya.

Nikmatul Rodyah, salah satu pengunjung lokasi wisata, mengatakan lokasi wisata hutan bambu ini cukup bagus, konsep penataan tempat juga keren. Selain berwisata, para pengunjung juga mendapatkan edukasi tentang ternak sapi perah. “Disini cuacanya sejuk, dinginnya masih terasa, jauh dari keramaian. Saya kesini sudah dua kali ini, untuk tiket masuk cukup murah,” ungkap perempuan dari Kediri ini.

Reporter Denny Trisdianto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date