Lima Seniman Jepang Pameran di Galeri HoS Surabaya

Surabaya, Koranmemo.com – Jepang, walau dikenal sebagai negara maju, tetap dapat mempertahankan tradisinya hingga kini. Salah satunya kesenian. Berbagai karya seni yang walau memiliki tampilan kekinian namun dibuat dengan teknik yang telah dipergunakan sejak jaman dulu (jadul).

Dan teknik itu tetap terpelihara hingga selama ratusan tahun dan telah diwariskan secara turun-temurun pada penerusnya atau generasi mudanya.

Karya-karya dari tangan terampil seniman Jepang itu kini dipamerkan di Galeri House of Sampoerna (HoS) Jl Taman Sampoerna Surabaya mulai 9 – 31 Maret mendatang.

Pameran tergelar atas kerjasama Galeri HoS dengan seniman Jepang dengan tajuk “Japanese Beautiful Art”. Menampilkan sebanyak 35 karya seni khas Negeri Sakura dengan melibatkan lima seniman dengan latar belakang yang berbeda.

Seniman Soho Konishi, misalnya, kata Rani Anggraini,

Manager Museum & Marketing HoS, Kamis (8/3), adalah generasi ke empat dari Miyabi School yang terus berupaya aktif mengembangkan “Oshie”.

Oshie, adalah seni tradisional tiga dimensi khas Jepang yang sudah ada sejak jaman Edo (1603-1867), dan terbuat dari hasil penyatuan bahan kimono dan chiyogami (kertas Jepang) yang diisi dengan kapas atau spons.

Seperti halnya Soho, seniman Mikiko Shimizu, mempersembahkan jenis kesenian “Ikebana”, yakni seni merangkai bunga yang berkembang di Jepang sejak abad ke-6.

Sementara Daiki Matsunaga, pria lulusan Fakultas Seni dari Universitas Kyoto Seika mengangkat “Chookoku” yaitu seni pahat khas Jepang melalui karyanya yang sangat unik.

Tidak hanya menggambarkan makhluk hidup di sekitarnya tapi karya pahatannya juga berbentuk figur imajiner. Bahkan juga terinspirasi oleh cerita-cerita khayalan negeri dongeng seperti cerita peri yang tinggal jauh di dalam hutan pada karyanya yang berjudul “Listen to the trees voices”.

Dengan kekuatan goresan tangan dan fude pen (brush pen), Yuri Fujita menghasilkan karya lukis minimalis berbentuk wajah, seperti pada karya berjudul “Tobu” (terbang). Dan Guy Hirose, yang mengawali karir sebagai seorang pematung, justru mempersembahkan instalasi yang mengekspos tentang Surabaya. Judulnya “Surabaya Artiques”. Karya ini sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Surabaya.

“Harapan saya pameran ini dapat dinikmati serta diapresiasi oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Surabaya. Sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh kesenian asli Jepang” ujar Soho Konishi peserta sekaligus koordinator pameran.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date