Libatkan Wartawan dalam Berantas Narkoba

Nganjuk, koranmemo.comGuna memberdayakan peran serta masyarakat dalam hal pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk megadakan workshop pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat di lingkungan swasta. Workshop dilaksanakan di hotel Istana, diikuti puluhan wartawan, baik cyber, elektronik maupun cetak, Rabu (22/5).

Bertindak sebagai narasumber adalah DR. Nasrul Faqih Syarif H.,M.Si, bertajuk membangunkan keyakinan juara dalam diri. Menurut salah seorang penggiat anti narkoba Jawa Timur ini, agar tidak terjebak dalam pusaran penyalahgunaan narkoba hendaknya selalu mengembangkan pola pikir positif. Lantaran, bagi insan yang selalu mengembangkan cara berfikir positif maka mereka dapat menangkal pengaruh negatif penggunaan narkoba.

Narasumber berikutnya adalah Hari Purwanto dari Dinas Kominfo Nganjuk, menyampaikan bahwa tingkat perambahan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk sudah mencapai tahap mengkawatirkan. Karena, pengaruhnya sudah merambah bagi anak-anak pelajar jenjang sekolah dasar.

“Tampaknya suasana di Nganjuk itu tenang, tapi peredaran narkoba sudah mengkawatirkan, pengaruhnya sudah merambah anak-anak pelajar, terutama sekolah pinggiran,” ungkapnya.

 Setyawan, Kasi Pencegahan BBN Kabupaten Nganjuk menyampaikan, berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa pelajar jenjang SMP dan SMA, sekolah Negeri, rata-rata sudah merokok. Dari 50 responden, yang tidak merokok sekitar 20 anak. Saat pertanyaan ditingkatkan pada miras, sekitar 50 persen sudah pernah menenggak miras dari berbagai merk. Yang mengejutkan, ada sekitar 40 persen anak sudah mengenal dan mengkonsumsi aktif narkoba.

“Rata-rata yang dikonsumsi narkoba jenis dobel L. Mereka siswa-siswa pinggiran yang jauh dari pusat kota Nganjuk, seperti Loceret, Kertosono, Ngronggot, dan lain-lain,”katanya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date