Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat, PC GP Ansor Trenggalek Gelar Festival Balon Udara

Trenggalek, Koranmemo.com – Puluhan balon udara dengan berbagai bentuk dan ukuran menghiasi langit di kawasan Stadion Menak Sopal Kabupaten Trenggalek, Kamis (13/6). Puluhan balon udara itu adalah milik peserta festival yang diselenggarakan oleh PC GP Ansor Trenggalek. Festival ini dilakukan untuk melestarikan tradisi lebaran kupatan namun tidak mengganggu arus lalu lintas udara.

Izuddin Zaki, Ketua GP PC Ansor Trenggalek mengatakan, festival balon udara ini diselenggarakan untuk menjawab keresahan masyarakat, agar bisa tetap melestarikan tradisi balon udara, namun tidak menyalahi aturan. Sebab tradisi balon udara sebagai ungkapan suka cita sebagian masyarakat Trenggalek masih terus bergulir turun temurun.

“Jadi ini juga untuk menjawab kegelisahan masyarakat karena kreativitasnya terbatasi karena aturan. Dulu bebas bisa terbang tinggi (balon,red), namun sekarang ada aturan dari Kementerian Perhubungan karena balon udara tanpa kendali bisa mengganggu arus lalu lintas udara, penerbangan. Termasuk gangguan listrik karena nyangkut di Sutet hingga kebakaran hutan, ” jelasnya.

Festival ini, lanjut Gus Zaki sapaan akrabnya sebagai jalan tengah untuk tetap melestarikan tradisi lebaran ketupat yang identik dengan penerbangan balon udara, namun tidak merugikan pihak lain. Sebab dalam festival ini, tidak memperbolehkan menerbangkan balon menggunakan sumbu api. Selain itu balon yang diterbangkan diberikan kendali berupa tali agar tidak liar.

“Menerbangkan balon dengan aman, yaitu tidak menggunakan api sebagai sumbunya dan ditali sehingga tidak lepas kendali. Dengan ketinggian tertentu,” kata Gus Zaki. Alternatif ini mendapat respon positif dari berbagai pihak baik dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Daerah (Pemkab) Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengapresiasi langkah PC GP Ansor Trenggalek yang memfasilitasi tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun dengan bentuk festival. Dengan festival ini bisa mencegah penerbangan balon secara liar, yang umumnya dilakukan sebagian masyarakat.

“Alhamdulillah balon-balon udara ini ditambat dan tidak menggunakan sumbu api, karena kalau tidak ditambat dan lepas bebas akan berpotensi terganggunya jalur lintas udara. Selain itu bisa tersangkut di Sutet seperti yang terjadi di wilayah Durenan. Termasuk potensi kebakaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Trenggalek menyita sebanyak 21 balon udara yang hendak diterbangkan secara liar. Sebanyak 21 balon udara yang gagal diterbangkan itu berasal dari berbagai wilayah, hampir dijumpai di seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Dia berharap adanya festival ini mampu mewadahi kreativitas warga Trenggalek yang gemar menerbangkan balon udara lebih aman. Jalan tengah ini diharapkan menjadi alternatif sehingga tradisi balon udara bisa terus dilestarikan.

Memang tidak mudah untuk menerbangkan balon udara tanpa menggunakan sumbu api. Namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat para peserta. Ini terlihat dari waktu yang dibutuhkan bagi masing-masing peserta untuk mensetting balonnya agar terbang. Sebab balon udara tanpa sumbu api hanya bisa terbang dengan waktu singkat.

“Kalau siang angin bertiup kencang sehingga sulit untuk naik. Tadi butuh waktu sekitar 5 sampai 10 menit untuk bisa menerbangkan,” kata salah satu peserta, Sutrisno. Dia menerbangkan balon kurang lebih berukuran sekitar empat meter.

Untuk menerbangkan balonnya, Sutrisno menggunakan asap dari pembakaran blarak atau daun kelapa kering yang dibakar. Kemudian setelah balon udara terisi asap atau panas, balon udara itu dilepas dengan penambat di kisaran ketinggian di bawah 40 meter. Dengan bantuan angin, balon itu mengudara hanya hitungan menit karena tidak menggunakan sumbu api.

“Saya akan belajar lagi dan bila ada lomba lagi tentu saya akan ikut. Karena ini menyenangkan dan bisa mempererat tali silaturahmi. Tetap bisa melestarikan tradisi tanpa khawatir berbenturan dengan aturan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date