Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara, Awas Dendanya Rp 1 Miliar

Kediri,koranmemo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri menggelar deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi sara, Rabu (14/2). Seluruh elemen masyarakat berkomitmen menciptakan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kediri damai dan berintegritas.

Bawaslu Kota Kediri bersama Komandan Kodim 0809 Kediri, Polresta Kediri, KPU Kota Kediri, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), serta paslon, partai pengusung, dan tim pemenangan menandatangani deklarasi pemilu tanpa politik uang dan politisasi sara.

Komisioner Bawaslu Kota Kediri Divisi Pencegahan, Mansur, mengatakan, deklarasi tersebut diharapkan Pilwali berjalan aman dan berintegritas.

“Deklarasi yang sama juga dilakukan serentak di daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah. Harapannya tidak terjadi akibat dari politik uang maupun fitnah yang terjadi selama masa kampanye,” kata dia.

Harapan lainnya, juga memberikan pelajaran kepada stakeholder terutama para pemilih, karena jika ditemukan terjadi politik uang, baik yang memberi maupun yang menerima akan dipidanakan.

“Sanksi atau hukumannya, minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun serta denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar,” tambah Mansur.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq, mengaku senang dengan adanya deklarasi tersebut. Karena, KPU terbantu sebagai penyelenggaran pemilu yang mengingingkan pemilihan yang aman dan damai.

“Kami sangat senang sebagai penyelenggara. Karena kami sangat berkepentingan dengan terciptanya pemilu yang aman dan damai. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi warga yang memilih karena iming-iming. Biarkan mereka memilih siapa calon pemimpinnya yang benar-benar pantas,” jelasnya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.