Larung Sesaji Gunung Kelud,  Wujud Syukur kepada Sang Pencipta

Kediri, koranmemo.comMasyarakat Kediri, khususnya yang berada di lereng Gunung Kelud melaksanakan tradisi larung sesaji,  Minggu (16/9). Sesaji berupa gunungan yang dibuat dari hasil bumi warga sekitar, ini diarak mulai area parkir paling atas menuju kawah. Namun hanya sebagian sesaji yang akan dilarung di kawah Gunung Kelud, sebagian lagi akan dibagikan kepada warga dan para wisatawan di tanjakan setelah jembatan Bladak. Selain untuk melestarikan tradisi yang dilakukan secara, turun temurun, juga sebagai wujud rasa syukur warga kepada Sang Pencipta.

Sebelum sesaji diarak menuju kawah, warga dan wisatawan disuguhi beberapa kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo dan kuda kepang. Setelah penampilan selesai, Mbah Ronggo selaku sesepuh Gunung Kelud mulai memanjatkan doa sekaligus sebagai tanda acara larung sesaji akan dimulai.

Larung sesaji ini diikuti warga dari sepuluh desa yang ada di Kecamatan Ngancar di antaranya Desa Sugihwaras, Babadan, Bedali, Kunjang, Manggis, Pandantoyo, jagul, Margourip, Ngancar dan Sempu.

Menurut Suharsono, Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Kecamatan Ngancar, mengatakan, selain lantunan doa dari sesepuh Gunung Kelud, ada empat pembacaan doa dari masing-masing perwakilan tokoh agama. Pembacaan doa ini diharapkan acara larung sesaji dapat berjalan dengan lancar dan memohon doa restu kepada Sang Pencipta.

“Perwakilan dari agama Islam, Hindu, Kejawen, dan Kristen. Setiap tokoh agama diberi waktu untuk memanjatkan doa, karena masyarakat di Kecamatan Ngancar terdiri dari berbagai suku, golongan dan kepercayaan. Dengan ini kami berharap tidak ada perselisihan antar agama sehingga terjalin hubungan yang baik dan masyarakat dapat hidup rukun,” kata Suharsono.

Sementara itu, Adi Suwignyo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri  mengatakan, larung sesaji yang merupakan warisan dari luluhur ini sebagai cara untuk menjaga budaya tradisi tetap utuh. Sekaligus, menarik simpati dari wisatawan nasional hingga mancanegara untuk datang ke wisata Gunung Kelud.

“Dari sesaji yang ada, hanya sebagian saya yang di bawa menuju kawah Gunung Kelud untuk menghindari hal-hal yang tidak diingkan. Mengingat kawah Gunung Kelud masih belum di buka untuk umum, dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh ke sana. Untuk gunungan sesaji ini akan dibagikan ke warga dan para wisatawan yang hadir untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan momen sakral ini,” ujar Suwignyo.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date