Langgar Kecepatan di Jalan Tol, Puluhan Pengemudi Ditilang

Jombang, koranmemo.com – Sebanyak 34 kendaraan terdeteksi dengan alat speed gun atau radar kecepatan melakukan pelanggaran batas kecepatan saat melintas di ruas tol Jombang – Mojokerto (JoMo), tepatnya di KM 689 arah Jombang.

Walhasil, puluhan pengemudinya langsung ditilang petugas gabungan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang ketika keluar di exit Tol Bandar Kedungmulyo, Rabu (17/10).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP M. Budi Hendrawan mengatakan, razia batas kecepatan ini dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan di ruas tol JoMo selama kurun waktu Januari – September 2018. Pihaknya mencatat, dalam kurun waktu tersebut terdapat 54 peristiwa kecelakaan.

“Karena ruas tol ini masih baru, masih sepi. Dari 54 kejadian korban meninggal dunia ada 3, korban luka-luka 26 orang,” kata Budi Hendrawan kepada wartawan di exit Tol Bandar Kedungmulyo, Rabu (17/10).

Dijelaskan, dalam razia ini sejumlah petugas dengan menggunakan alat speed gun membidik kendaraan yang melaju. Dari sini, alat secara otomatis akan memotret kendaraan berikut kecepatannya. Hasilnya langsung dikirimkan ke petugas  yang sudah berjaga di pintu keluar tol untuk kemudian melakukan penindakan tilang terhadap pengemudinya.

“Seperti yang anda lihat sendiri, banyak sekali yang melanggar batas kecepatan maximal 100 kilometer per jam, ada yang kecepatannya mencapai 140 kilometer per jam,” papar Budi.

Lalu bisakah pengemudi kendaraan berkilah kepada petugas jika dia tidak melakukan pelanggaran batas kecepatan? Budi menegaskan, jika selain merekam laju kendaraan, alat juga memfoto kendaraan. “Pelanggar tidak bisa komplain, karena dalam foto tersebut tertera TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), penunjuk kecepatan serta lokasi pelanggaran,” paparnya.

Budi juga mengimbau kepada seluruh pengguna tol agar selalu mematuhi batas maksimal kecepatan. “Mau sepi mau ramai, agar menggunakan safety belt (sabuk pengaman) baik yang di depan maupun penumpang yang di belakang. Kedua untuk kecepatan wajib di bawah 100 kilometer per jam. Karena sangat membahayakan ketika mengantuk atau selip,” pungkasnya.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date