Lagi, Pemalsu Benih Diringkus

Kediri, Memo – Satreskrim Polres Kediri kembali mengamankan satu tersangka diduga merupakan produsen benih palsu. Pria berasal dari Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk bernama Nurhadianto (40)dibekuk tim buser saat berada di rumahnya, Kamis (12/5).

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Aldy menunjukkan barang bukti yang disita dari Nurhadianto (amid/memo)
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Aldy menunjukkan barang bukti yang disita dari Nurhadianto (amid/memo)

Informasi dihimpun Koran Memo, penangkapan terhadap Nurhadianto merupakan pengembangan dari penangkapan Yogi Prasetio (46) warga Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Yogi diamankan pada Rabu (11/5) atas dugaan pemalsuan benih dari PT Agro Makmur Pertiwi. Diduga Nurhadianto merupakan satu jaringan pemalsu merek.

“Setelah kita selidiki ternyata kedua tersangka tidak memiliki jaringan. Nurhadianto mengaku memproduksi sendiri dan tidak saling kenal,” tegas Kasat Reskrim Polres Kediri AKP M. Aldy Sulaiman.

Sama seperti penangkapan Yogi, penangkapan Nurhadianto juga merupakaan tindak lanjut atas laporan dari PT Agro Makmur Pertiwi. Perusahaan benih pertanian ini melaporkan adanya dugaan pemalsuan benih jagung. Awalnya pihak perusahaan mendapat keluhan benih jagung yang ditanam para petani tidak berbuah.

Petugas memulai penyelidikan dari para petani dan naik ke pedagang benih. Dari situ pihak kepolisian mengetahui siapa distributor benih dengan merek palsu tersebut. Hasil pengusutan ditemukan nama Yogi dan Nurhadianto yang diduga sebagai produsen benih dengan merek palsu.

Dari hasil penyelidikan, petugas mendapatkan informasi jika Nurhadianto tidak hanya memalsukan merek palsu Pertiwi, namun juga beberapa merek lainnya. Nurhadianto mengaku jika dirinya sudah delapan bulan melakukan pemalsuan merek ini.

“Keterangan tersangka mengaku baru delapan bulan memalsukan merek ini. Dalam proses pemalsuan dia belajar secara otodidak, sementara bahan kemasan dia pesan,” tegas AKP Aldy.

Mengetahui jika tersangka juga memproduksi banyak variasi benih, pihak kepolisian kemudian melakukan koordinasi dengan UPT Pegawas dan Sertifikasi Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Timur. Diketahui jika pihak UPT mendapatkan laporan terkait pemalsuan merek di bebepa daerah di Jawa Timur.

Hasilnya diketahui jika nomor sertifikasi yang ada di kemasan benih buatan Nurhadianto tersebut tidak terdaftar di UPT Pegawas dan Sertifikasi Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Timur.

“Februari lalu kita mendapatkan laporan jika di Lamongan terdapat pemalsuan merek. Oleh sebab itu diungkapnya kasus ini kita lakukan pengecekan,” tutur Darlina Yuni Astuti, pengawas benih dan tanaman. (ram)

Follow Untuk Berita Up to Date