Kurir Narkoba Dibekuk

Amankan 483 Ribu Butir Doble L

Tulungagung, Koran Memo – Satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres Tulungagung kembali membekuk dua kurir narkoba, Jum’at (12/02) sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Raya Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Keduanya adalah Hasim Asnawi (38) dan Dedi Firmansyah (29). Keduanya warga Desa/Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung.

Tangkap Narkoba : Wakapolres Tulungagung Kompol Arief Robby ketika menunjukan alat bong beserta dengan ribuan pil doble L hasil penangkapan kemarin (deny/memo)
Tangkap Narkoba : Wakapolres Tulungagung Kompol Arief Robby ketika menunjukan alat bong beserta dengan ribuan pil doble L hasil penangkapan kemarin (deny/memo)

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti pil doble L sebanyak 483 ribu butir yang dibungkus kardus.

Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa melalui Wakapolres Kompol Arief Robby mengatakan, penangkapan berawal dari informasi adanya kiriman paket dobel L melalui jasa pengiriman kereta api (KA) Matarmaja yang akan diturunkan di stasiun Tulungagung. “Dari informasi tersebut petugas melakukan pemantauan,” ungkapnya.

Setelah kiriman paket yang dibungkus rapi menggunakan kardus tiba, petugas mendapati dua orang mengendarai sepeda motor menuju ke arah utara, mengambil paket tersebut. Petugas bergerak cepat untuk mengikuti kedua pengendara tersebut. Sesampainya di jalan raya Desa Ketanon, petugas langsung menangkap kedunya. “Kedua pelaku berhasil dibekuk oleh petugas. Kemudian dibukalah kardus tersebut dan ternyata berisi pil doble L,” terangnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menemukan nama dan alamat tujuan paket tersebut atas nama Dedi Firmansyah. Kepada petugas, Dedi mengaku masih menyimpan sebanyak 33 ribu butir pil dobel L di rumahnya. Rencananya pil tersebut akan diserahkan kepada pemesan. “Petugas kembali menemukan pil doble L dirumah Dedi. Kemudian kedua pelaku digelandang ke Mapolres Tulungagung guna proses penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Kasat Narkoba AKP Siswanto menuturkan, kedua pelaku sudah empat kali menerima barang kiriman pil doble L menggunakan jasa kiriman KA atau melalui ekspedisi. “Pelaku sudah empat kali mengambil barang dengan upah Rp 200 ribu sekali mengambil,” ungkapnya.

Siswanto menyatakan, bahwa wilayah Tulungagung sering sekali digunakan sebagai transit barang haram tersebut dengan menggunakan jasa kereta api. Hal itu sering dilakukan karena dalam segi pengawasan di Stasiun tidak ada X-Ray yang digunakan untuk memeriksa barang kiriman atau paketan. “Dengan tidak adanya alat pemeriksaan barang, hal ini dimanfaatkan oleh para bandar bandar narkoba untuk mengirimkan barang melalui jalur darat,” ujarnya.

Untuk kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara atau denda 1 miliar hingga 10 miliar.

Siswanto menambahkan, untuk saat ini petugas masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Sebab berdasarkan informasi yang didapat, jika pengendalian narkoba ini dari dalam lapas Madiun. “Untuk saat ini kami masih mendalami terkait keterangan itu. Jika benar kami akan berkoordinasi dengan pihak lapas Madiun,” pungkasnya. (den/Jb)

Follow Untuk Berita Up to Date