Kurangi Tukin Hingga Penghasilan Lain Bagi ASN Mangkir

Trenggalek, koranmemo.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekat mangkir atau bolos pada hari pertama masuk kerja pasca libur panjang Idul Fitri 1440 Hijriah terancam sanksi. Sanksi itu berupa sanksi administratif, pengurangan tunjangan kinerja (Tukin) hingga pengurangan tambahan penghasilan lainnya. Sanksi itu diberikan kepada para ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Trenggalek, dari 7.347 ASN setidaknya sebanyak 28 orang dipastikan tidak masuk kerja. Namun mereka tidak masuk kerja dengan alasan yang jelas. “Sebanyak empat orang tidak masuk dengan alasan penting, 10 orang sakit dan 14 orang lainnya melahirkan,” ujar Pariyo Kepala BKD Pemkab Trenggalek, Senin (10/6).

Kendati demikian, rekapitulasi absensi kehadiran ASN di hari pertama masuk kerja pasca libur panjang itu, lanjut Pariyo belum sepenuhnya terkonfirmasi. Sebab terdapat beberapa instansi lainnya yang masih dalam proses pendataan. “126 instansi baik OPD, Sekolah, Korwil, Puskesmas dan instansi lainnya sudah. Namun ini masih sekitar 80 persen,” kata dia.

Dia menyebutkan, rekapitulasi itu nantinya bakal disetorkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Sebelumnya Menpan-RB telah mengirimkan edaran yang ditujukan kepada para pejabat pembina kepegawaian baik instant pusat dan daerah. “Ada kendala saat proses (rekap absensi,red). Tadi setelah saya konfirmasi ke Kemenpan-RB, terakhir Rabu (12/6),” jelasnya.

Pariyo menyebut, sanksi tegas bakal mengancam ASN yang ketahuan mangkir. Sebab sebelumnya telah dilakukan sosialisasi hingga larangan bagi kepala dinas untuk memberikan izin cuti kepada pegawai tanpa alasan yang jelas. Dia menyebut sanksi itu menyesuaikan tingkat pelanggaran. “Sudah ada edaran juga dari Sekretaris Daerah (Sekda). Kalau istilahnya nyepelekan, pasti kena sanksi,” kata Pariyo.

Dikonfirmasi saat halalbihalal di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan, sanksi administratif hingga pengurangan tambahan penghasilan bakal menimpa ASN yang kedapatan membolos. “Sanksinya administratif sampai Tukin dan pengurangan tambahan penghasilan,” katanya.

Dia mengaku belum menerima rekapitulasi data absensi para ASN. Namun Mas Ipin mengaku sudah memerintahkan BKD dan Inspektorat untuk merekapitulasi absensi para ASN di hari pertama masuk kerja pasca libur panjang. “Saya belum menerima laporan, saya akan minta laporannya hari ini,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date