KSP YAPUSA Diduga Tak Berizin

KPPT Tidak Pernah Keluarkan Izin
Magetan, Koran Memo – Terbongkarnya praktik penadahan kendaraan diduga hasil kejahatan yang dilakukan oleh Jaken Benediktus Sinurat alias Paijo batak (42) pemilik Koperasi simpan pinjam Yayasan Purwiko Samodro (YAPUSA) warga jalan Krakatau RT 20/RW 05 Kecamatan/Kelurahan Maospati oleh Polres Ponorogo pada Senin (4/1) lalu,vmembuat Kantor Pelayanan dan Perijinan Terpadu ( KPPT) Kabupaten Magetan kalang kabut.

Gudang minimarket milik Paijo batak didesa Pelem,Kecamatan Karangrejo.(Norik/Koran Memo).
Gudang minimarket milik Paijo batak didesa Pelem,Kecamatan Karangrejo.(Norik/Koran Memo).

KPPT Kabupaten Magetan mengklaim, Koperasi YAPUSA milik Paijo batak yang berada di Kelurahan/Kecamatan Maospati tersebut adalah tidak resmi atau illegal. Padahal, Koperasi YAPUSA ini telah beroperasi sejak tahun 2012 lalu.

Kepala KPPT Magetan, Joko Trihono mengatakan, sejak beroperasi tahun 2012 lalu, usaha simpan pinjam dan penggadaian yang dijalankan oleh Jaken alias Paijo batak belum berijin. Sesuai Perda nomer 11 tahun 2011 tentang ijin usaha tertentu, setiap badan usaha termasuk usaha simpan pinjam wajib mengantongi ijin dari KPPT. “Setahu saya sampai sekarang kok tidak ada ijinnya koperasi Yapusa tersebut,” katanya, Senin (11/1).

Selain Koperasi YAPUSA, minimarket milik Paijo Batak yang berada di Desa Pelem Kecamatan Karangrejo bernama Bintang Family, juga tidak dilengkapi ijin dari Pemerintahan Desa (Pemdes) terkait.

Akibatnya, ketika polisi menggerebek gudang minimarket yang dijadikan penyimpanan mobil yang diduga hasil kejahatan, pihak Pemdes ikut kebakaran jenggot. “Belum ada ijinnya gudang penyimpanan barang tersebut. Selama saya menjabat, IMB juga tidak ada,” kata Eko Didik, Kades Pelem saat dikonfirmasi Koran Memo. (znl/rik)

Follow Untuk Berita Up to Date