Kreatif, Miniatur Berbahan Limbah Styrofoam Raih Omset Jutaan Rupiah

Blitarkoranmemo.com – Berawal dari kecintaan kepada seni dan budaya lokal,seorang pemuda bernama Suwito (35), warga asal Dusun Nglaharan RT.01/RW.01 Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar raih omset jutaan rupiah tiap bulannya.

Berbekal keahliannya membuat properti patung dan miniatur berbahan dasar limbah styrofoam mengantarkan Suwito  menjadi seniman handal. Ribuan karya seni mulai lukisan, miniatur tokoh-tokoh pewayangan, hingga patung berukuran raksasa selalu laku terjual.“Dulu awalnya kita ikut lomba bikin ogoh-ogoh untuk acara bersih desa setiap tahun itu kita Alhamdulillah juara satu, selanjutnya mulai banyak pesanan dari sanggar-sanggar kalo ada even-even karnaval itu,” ungkap Suwito, saat berasa si galeri nya, Rabu (30/01).

Dirinya mulai menekuni kerajinan berbagai bentuk karya seni sejak 2016 lalu, ia mengaku awalnya karena merasa tergerak untuk mengenalkan anak-anak dan pemuda di sekitarnya pada budaya lokal.

“Dari pada kegiatan pemuda sini gak jelas kan mending kita ngangkat budaya lokal, dimana kami bikin ogoh-ogoh itu anak-anak jadi tau, ini lembu suro, ini werkudoro, ini anoman dan tokoh-tokoh lainnya. Jadi mereka jangan cuman kenal tokoh avengers saja, tapi kita juga punya tokoh yang lebih legendaris” jelasnya, sambil menunjukkan hasil karyanya.

Dalam mengerjakan karya-karyanya ia tak sendirian, ia mengajak pemuda sekitar untuk ikut berkarya dan membentuk suatu komunitas yang dinamakan Galengan Art.

Bersama komunitasnya ia mengaku, selama ini yang paling banyak dipesan adalah properti ogoh-ogoh dan patung miniatur untuk berbagai kegiatan festival. Seperti yang diungkapkan Mohammad Arif (35), salah satu pembuat properti, saat menjelang perayaan-perayaan hari besar nasional ia selalu banjir pesanan.

“Memasuki bulan-bulan Juni sampai Agustus itu biasanya mulai banyak pesanan, ya dari sanggar, terus juga dinas-dinas. Bulan-bulan itu biasanya pesanan banyak dilembur bahkan sampek gak tidur juga pernah,” sambung Arif.

Untuk memuaskan para pelanggannya, Suwito dan Arif sangat memperhatikan detail-detail tiap bagian dari properti yang dipesan.  Tak jarang pesanan datang dari luar daerah bahkan juga luar pulau.

“Untuk bahan dasarnya kita sederhana saja, ya mulai dari kayu, bambu, styrofoam, dan kertas bekas itu selanjutnya dilapisi cat. Namun yang kami utamakan tiap lekukannya, karena berawal dari hati ya mungkin bisa lebih menjiwai,” terang Arif.

Suwito dan Arif membandrol hasil karyanya mulai dari harga Rp. 500 ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung ukuran dan kerumitan karakter yang dibuatnya.

Selain itu, tak jarang karya buatannya menjuarai berbagai ajang festival. Salah satunya seperti patung ogoh-ogoh lembu suro yang dibuatnya pernah meraih juara satu saat Festival Budaya Lokal di tingkat Provinsi Jawa Timur 2018 lalu.

“Kalo dari kami sebenarnya gak butuh pengakuan, tapi paling tidak pemerintah itu memberikan apresiasi, kami ini kan termasuk melestarikan budaya lokal dan mengangkat nama daerah,” pungkasnya.

Reporter Arief Juli Prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date