KPU Trenggalek: Masyarakat Bisa Tanggapi DCS Bacaleg

Trenggalek, koranmemo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mempersilahkan masyarakat  untuk memberikan aduan, tanggapan, ataupun masukan terhadap bakal calon anggota legislatif (bacaleg) 2019. Masukan dan tanggapan masyarakat itu dapat dilakukan mulai 12 Agustus hingga 21 Agustus mendatang. Masukan dan tanggapan masyarakat itu merujuk pada 409 bacaleg di Kabupaten Trenggalek yang akan ditetapkan menjadi daftar calon sementara (DCS).

Nur Huda, Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek mengatakan, meskipun diberikan kelonggaran untuk menyampaikan aspirasinya, masukan dan tanggapan terhadap 409 bacaleg itu harus melalui mekanisme yang jelas. Pasalnya dasar tersebut akan digunakan KPU untuk mengklarifikasi masukan dan tanggapan tersebut pada partai politik (parpol) bersangkutan. “Harus resmi, jadi bukan hanya misal surat kaleng saja,” kata dia saat dikonfirmasi.Selain resmi dan tertulis, masukan dan tanggapan masyarakat itu harus didasari fakta dan bukti otentik. Tak dapat dipungkiri, menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) April 2019 mendatang, disinyalir rawan konten bermuatan sara.

“Selain tertulis secara resmi, mekanismenya bisa juga datang ke kantor untuk menyampaikan pendapat tersebut,” kata Yohanes Mustika Hadi, Kasubag Hukum, KPU Kabupaten Trenggalek.

Pria yang juga menangani operator informasi pencalonan (silon) itu menyebut, pasca adanya tanggapan dan masukan dari masyarakat itu, pihaknya akan segera meminta klarifikasi kepada parpol bersangkutan. Setelah itu, lanjut Yohanes, parpol bersangkutan akan menyampaikan klarifikasi pada KPU terhitung 29 hingga 31 Agustus mendatang. “Permintaan klarifikasi kepada partai politik atas tanggapan dan masukkan masyarakat dilakukan pada 22 sampai 28 Agustus nanti,” kata Yohanes.

Yohanes menyebut, untuk saat ini pihaknya masih melakukan proses penyusunan dan penetapan DCS. Sebelumnya sebanyak 21 bacaleg dinyatakan tidak dapat mengikuti kontestasi lima tahunan itu lantaran tak dapat memenuhi syarat pencalonan. 21 bacaleg itu dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) pasca pihaknya melakukan verifikasi perbaikan daftar dan syarat calon pada 1 hingga 7 Agustus lalu. “Dari 430 bacaleg, sebanyak 21 bacaleg dinyatakan TMS. Saat ini terdapat sebanyak 250 bacaleg laki-laki dan 159 bacaleg perempuan. Tahapan ini masih terus bergulir hingga DCT nanti,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date