KPK Titipkan Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di Lapas Delta Sidoarjo

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Salah satu tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, tahun anggaran 2017 yakni mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dipindahkan ke Lapas Delta Klas II A Sidoarjo, Jum’at (12/1/2018).

Sekitar pukul 16.30 WIB, dengan dikawal lima orang petugas KPK, mantan Wali Kota  Batu memasuki Lapas yang berada di sekitar Alun-alun Kota Sidoarjo tersebut.

Selanjutnya, untuk sementara, Eddy Rumpoko bakal menghuni di dalam ruangan masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) untuk beradaptasi di lingkungan yang baru.

Kalapas Sidoarjo, Jumadi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang telah menerima salah satu tersangka tahanan KPK dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, tahun anggaran 2017 itu, yakni, mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

“Hari ini, 12 Januari 2018 sekitar pukul 16.30 WIB kami menerima satu tahanan KPK, jelasnya saat dihubungi melalui teleponnya, Jum’at (12/1/2018).

Dikatakan, karena persidangan Eddy Rumpoko bakal digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya di Jalan Juanda Sidoarjo dengan begitu, lokasi penahanan salah satu tersangka KPK ini pun turut dipindahkan juga hari ini.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) klas 1 Surabaya di Medaeng, Bambang Haryanto menjelaskan, pihaknya juga menerima salah satu tersangka lainnya dalam dugaan kasus yang sama, yakni Edi Setyawan sekitar pukul 17.00 WIB

“Edi Setyawan saat ini dititipkan KPK di rutan Medaeng. Karena sidangnya di Pengadilan Tipidkor Surabaya di Jalan Juanda, Sidoarjo maka tersangka dititipkan disini, ” jelasnya saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek belanja modal dan pengadaan mebel di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017 dengan nilai proyek sebesar Rp 5,26 miliar.

Keduanya bakal dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain mereka berdua, diketahui, seorang pengusaha bernama Filipus juga ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK dalam kasus ini. Filipus diduga sebagai pemberi suap berupa uang kepada Eddy Rumpoko serta Edi Setyawan.

Dalam kasus ini, Filipus akan dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz