KPK Tetapkan 4 Orang Tersangka OTT di Mojokerto

Share this :

Jakarta,koranmemo.com- Tiga anggota DPRD Kota Mojokerto dan satu Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OPP) Jum’at (16/6) malam. Keenam orang yang terjaring OTT di Mojokerto masih menjalani pemeriksaan di Kantor KPK.

Mereka adalah Tiga orang tersangka,  Purnomo Ketua DPRD Kota Mojokerto, Abdullah Fanani dan Umar Faruq Wakil Ketua DPRD Mojokerto yang  diduga sebagai penerima suap dan satu tersangla lain Wiwiet Febryanto Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto, yang diduga sebagai pemberi suap. Sementara dua orang  lagi diduga sebagai perantara masih berstatus saksi.

Basaria Pandjaitan Wakil Ketua KPK menjelaskan, penangkapan tersebut berkaitan suap untuk pengalihan anggaran Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017. Dimana anggaran sebesar Rp 13 Milyar untuk pengadaan program penataan lingkungan , akhirnya dibatalkan.  Hasil keputusan tersebut DPRD mendapatkan fee senilai Rp.500 juta.

Hasil OTT KPK berhasil menyita uang senilai Rp 470 juta, diduga Rp  300 juta bagian dari  komitmen fee untuk pengalihan anggaran dan Rp 170 juta setoran tiga bulanan buat pimpinan DPRD Mojokerto.

“ Setelah pemeriksaan 1x 24 jam serta gelar perkara. Kami menetapkan empat orang tersangka penerima suap. Mereka Purnomo Ketua DPRD kota Mojokerto, Abdullah Fanni dan Umar Faruq Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, seorang lagi Wiwiet Febryanto Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto sebagai pemberi suap,” kata Basaria.

Dari Berbagai Sumber

Editor: Bambang Iswahyudi

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *