KPK Minta Wabup Ingatkan Kepala Puskesmas Agar Tak Mengganti Data di Komputer

Jombang, koranmemo.com – Selain menggeledah empat tempat berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggelar pertemuan di ruang rapat Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Selain wabup sendiri, rapat juga menghadirkan Sekdakab Jombang Ita Triwibawati, Kepala Inspektorat Kabupaten Jombang I Nyoman Swardana, Kepala Bagian Hukum Pemkab Jombang Agus Purnomo, Kepala Bappeda Ikhsan Gunadjati.

Salah satu pembahasan yakni meminta Wabup Mundjidah agar mengingatkan seluruh kepala Puskesmas di Jombang untuk  tidak mengganti ataupun mengubah data yang ada di komputer mereka masing-masing.

“Jadi (KPK) meminta saya, untuk mengingatkan seluruh kepala puskesmas agar data yang ada di komputer tidak diubah. Karena para petugas dari KPK sudah tahu semua (data),” kata Mundjidah kepada wartawan di ruang kerja Wakil Bupati Jombang, Selasa (6/2) pagi.

Mundjidah juga menegaskan, dirinya hanya melakukan pendampingan saat KPK menggeledah ruang kerja bupati. Sementara saat KPK menggeledah Dinas Kesehatan selepas magrib, dia tak mengikutinya. ”Kalau (di Dinkes) kebetulan saya tidak mendampingi, dan tidak mengikuti. Sehingga apa yang diperiksa saya tidak tahu,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi ruang kerja bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko di lantai 3 Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang di Jl KH Wahid Hasyim 137 Jombang, Senin (5/2) sekitar pukul 11.20 WIB. Mereka melakukan penggeledahan untuk mencari sejumlah dokumen berkaitan dengan kasus yang menjerat Nyono, yang terkena OTT Sabtu (3/2).

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.