KPK Beberkan Kronologi OTT di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung

Blitar, koranmemo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 6 orang tersangka kasus suap di Kota Blitar dan Kabupetan Tulungagung.  Kasus tersebut menyeret dua nama kepala daerah, yakni Bupati Tulungagung non aktif, Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar, M. Samanhudi Anwar.  Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat rilisnya di gedung KPK pusat, Jumat (8/6) dini hari.

Dari keenam orang tersangka, sampai sekarang, KPK baru berhasil menangkap 4 orang, yakni Susilo Prabowo (SP), dari  pihak swasta atau kontraktor, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Sutrisno (SUT),  Agung Prayitno (AP) dari pihak swasta, dan Bambang Purnomo (BP) dari pihak swasta..

“Pada 6 Juni 2018 sekitar pukul 17.00 WIB, tim mendapatkan informasi akan adanya penyerahan uang dari SP kepada AP melalui AND, istri SP, di kediaman SP di Blitar. Setelah menerima uang sebesar Rp 1 miliar, AP meninggalkan kediaman SP.  Saat meninggalkan kediaman SP, tim mengamankan AP di depan rumah SP bersama uang Rp 1 miliar yang dimasukkan dalam kardus. Tim juga mengamankan AND,” jelas Saut.

Sebelumnya, pada hari yang sama sekitar pukul 16.30 WIB, SP meninggalkan rumah hendak mengambil uang sebesar Rp 1,5 miliar dari salah satu bank swasta untuk diberikan kepada BP yang diduga sebagai perantara Wali Kota Blitar di sebuah toko milik BP di daerah Blitar.

“Sekitar pukul 17.00 WIB, SP kembali ke rumah. Saat itu tim KPK berada di kediaman SP. Pukul 18.00 WIB, BP tiba di rumah SP membawa uang senilai Rp1,5 miliar dalam kardus yang diakuinya diterima dari SP,” tuturnya.

Kemudian, kata Saut, tim KPK membawa SP, BP, dan AND ke Polres Blitar untuk menjalani pemeriksaan awal.  AP dibawa tim menuju Pendopo Pemkab Tulungagung dan mengamankan SUT pada pukul 17.39 WIB. Selanjutnya, tim KPK membawa AP dan SUT ke Polres Blitar untuk diperiksa.

Pada Kamis (7/6), dari 5 orang yang diamankan, 4 orang, yakni SP,  AP, BP, dan SUT diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK.

“Sekarang hanya tinggal menunggu tindakan kooperatif dari Bapak Wali Kota Blitar dan Bapak Bupati Tulungagung Non Aktif untuk segera menyerahkan diri,” tegas Saut.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date