Korupsi Penyertaan Modal PDAU Seret Mantan Bupati Trenggalek, Tersangka Lain?

Trenggalek, Koranmemo.com – Mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 Soeharto ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek, Selasa (14/5). Penetapan tersangka itu ditengarai sebagai buntut dugaan korupsi percetakan di Perseroan Terbatas Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) yang merupakan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Trenggalek.

Mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 menjalani pemeriksaan kurang lebih lima jam. Setelah menjalani pemeriksaan, ia terlihat keluar dari ruang penyidik mengenakan rompi merah bertuliskan tahanan. Didampingi petugas, kemudian dia dibawa menuju Rutan Kelas II B Trenggalek. Tak ada sepatahpun terucap dari Soeharto saat digiring petugas menuju mobil.

Lulus Mustofa, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek mengatakan, mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas dugaan korupsi penyertaan modal di PDAU yang saat ini mangkrak. Dugaan korupsi penyertaan modal itu merugikan keuangan negara hingga Rp 7,3 miliar.

“Ini tersangkut sehubungan dengan penyertaan modal pada PDAU BUMD yaitu pembelian mesin percetakan seharga Rp 10,8 miliar. Perhitungan kerugian keuangan negara sudah kami pegang sebesar Rp 7,3 miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi di Kantor Kejari Trenggalek usai menahan tersangka.

Belakangan diketahui mesin cetak yang dibeli dengan uang negara  miliaran rupiah itu ditengarai barang bekas. Kondisi ini terlihat berdasarkan hasil kualitas percetakan, sehingga mesin percetakan tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Saat ini pihak kejaksaan tengah fokus mengembangkan kasus tersebut.

“Namun mesin yang dibeli itu merupakan mesin yang dalam kondisi rusak. Tidak bisa dipakai untuk mencetak koran, gambarnya dobel hurufnya juga dobel,” kata Lulus Mustofa.

Dugaan korupsi yang membelit mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 juga berkaitan dengan tiga tersangka yang sebelumnya telah ditahan pijak kejaksaan. Mereka adalah Sukadji mantan Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, oknum PNS Fatkhur Rochman dan mantan Direktur PDAU Gatot Purwanto yang berperan dari sisi penganggaran.

“Terkait juga, kalau itu yang berkaitan untuk mengondisikan dari segi legislatifnya. Karena untuk anggaran harus ada persetujuan dari sana (oknum legislatif, red). Dari sisi penganggaran, yang kemarin itu,” jelasnya.

Dugaan korupsi penyertaan modal ini bermula saat adanya pemberitaan sebuah media cetak asal Surabaya terkait persoalan yang ada di Kabupaten Trenggalek. Namun ditengarai pemberitaan itu berlanjut dengan sebuah kerja sama untuk pembelian mesin percetakan. Namun ketika mesin percetakan sudah dibeli tidak sesuai spesifikasi sehingga merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

“Dari situ pihak media meminta supaya diperhatikan dan belakangan diajak kerja sama untuk membikin percetakan. Itu melalui beberapa oknum yang InsyaAllah akan segera kami tindak lanjuti. Itu tidak melalui proses lelang dan itu termasuk perbuatan melawan hukumnya, bahkan ketika uang Rp 10,8 miliar cair dan dipakai untuk membeli mesin percetakan, barang sudah rusak,” pungkasnya.

Kini ia dipastikan bakal menikmati lebaran di balik jeruji besi. Mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 itu terancam Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman paling singkat pidana penjara empat tahun hingga seumur hidup dengan denda minimal Rp 200 juta hingga denda maksimal Rp 100 miliar.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date