Korupsi Jembatan Brawijaya, JPU : Ada Dugaan Keterlibatan Mantan Wali Kota Kediri

Sidoarjo, koranmemo.com – Keterangan saksi Mantan Wali Kota Kediri, Samsul Ashar dalam persidangan kasus korupsi proyek jembatan Brawijaya Kediri ini membuat majelis hakim geleng kepala. Senin, (5/1/2018)

Sidang yang digelar di ruang Cakra sejak pukul 14.30-17.00 WIB di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Surabaya jalan Juanda di Sidoarjo membuat salah Satu jaksa penuntut umum (JPU) Abdul Rasyid kebingungan.

Pasalnya, semua pertanyaan yang diajukan JPU tidak menemukan titik terang dan jawabannya cenderung “lupa”.

Abdul Rasyid yang menjadi tim JPU dalam persidangan kali ini memberikan sejumlah pertanyaan kepada mantan Wali Kota Kediri tersebut dimana saat itu dirinya  sebagai pejabat pembuat kebijakan terkait pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri tahun 2010-2013.

Pihaknya akan tetep memanggil Samsul dalam sidang kasus dugaan korupsi jembatan Brawijaya kota Kediri dalam agenda keterangan saksi (konfrontasi) pada Senin, (12/1/2018) minggu depan.

Di sidang sebelumnya, tambah Abdul Rasyid, dirinya sudah melakukan beberapa pertanyaan ke saksi Fajar, Saiful, bahkan Budi Siswantoro terkait pemberian sejumlah uang yang totalnya mencapai miliaran rupiah.

“Fakta persidangan, keterangan para saksi pada sidang minggu lalu, Samsul telah diberi sejumlah uang oleh beberapa orang tersebut,” ujar Abdul Rasyid yang juga Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Kediri itu usai persidangan, Senin,(5/1/2018).

Dikatakan, berangkat dari fakta persidangan, keterangan “lupa” dan bantahan dari saksi Samsul Ashar adanya dugaan keterlibatan Samsul Ashar dalam kasus ini.

“Kebetulan dalam agenda sidang kali ini kita datangkan juga dua penyidik dari Polda untuk mengikuti jalannya persidangan. Sehingga, bisa sebagai bahan pertimbangan pengembangan,” tambahnya.

Lebih jelasnya, lanjut Abdul Rasyid, kita lihat di sidang berikutnya untuk dilakukan konfrontir. Jika semua bisa terbuka tidak menutup kemungkinan saksi Samsul menjadi tersangka.”Semuanya merupakan kewenangan penyidik,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkait mangkraknya mega proyek jembatan Brawijaya Kota Kediri mengakibatkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 14,4 miliar pada periode anggaran 2010 hingga 2013.

Sedangkan total anggaran proyek jembatan yang saat ini masih mangkrak mencapai Rp 66 miliar. Ini berdasar audit BPKP Jatim.

Dalam kasus ini menyeret beberapa nama yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejari kota Kediri yakni Kasenan dan Wijanto yang dijerat pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu, Kasenan, juga disangkakan dengan pasal 5 subsider pasal 12 jo 18 UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor terkait gratifikasi.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.