Korban Penganiayaan Trauma, Penyidik Gagal Mintai Keterangan

Nganjuk, koranmemo.com – Setelah mendapatkan hasil visum et repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk akhirnya memanggil Kuncung (bukan nama sebenarnya) korban penganiayaan penjaga sekolah beserta orangtuanya untuk dimintai keterangan sebagai pelapor.

Namun karena korban (Kuncung) masih trauma akibat kejadian dugaan penganiayaan yang menimpanya, pemeriksaan saksi korban urung dilakukan oleh penyidik. “Anak saya masih trauma, belum bisa dimintai keterangan,” kata orang tua Kuncung saat dicegat sejumlah wartawan, Rabu (6/12).

Karena belum bisa dimintai keterangan inilah, akhirnya Kuncung diajak keluar oleh orangtuanya dari ruang Unit PPA. “Ini kami ajak jalan-jalan dulu biar anak saya bisa tenang. Nanti setelah fresh, kami kembali,” imbuh pekerja bangunan ini.

Sementara itu, Ipda Trubus Paur Humas Polres Nganjuk membenarkan pihaknya memanggil pelapor untuk dimintai keterangan. Menurutnya, ini adalah awal dari penyelidikan yang dilakukan pihak PPA. “Hasil visum sudah kita dapatkan, selanjutnya kita minta keterangan kepada saksi korban,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, karena tidak terima anaknya (Kuncung) dianiaya oleh Mu (46) PNS penjaga SDN Margopatut 7 dan Ma (36) orang tua dari teman anaknya, oleh orang tua Kuncung kasus ini dilaporkan ke Polsek Sawahan dan diteruskan ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.