Komoditas Bawang Sumbang Inflasi

Kediri, koranmemo.com – Setelah menduduki posisi terendah pada Januari lalu, inflasi di Kota Kediri meningkat dan menduduki posisi kedua dari 8 kabupaten kota di Jawa Timur. Tetapi secara akumulasi pada 2018 ini, Kota Tahu masih berada di posisi terendah dengan angka 0,40 persen.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, bawang putih memuncaki penyumbang inflasi dengan andil 0,16 persen dengan harga di kisaran Rp 27,5 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram. Sementara bawang merah naik dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 21 ribu per kilogramnya.

Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn Brahma, mengatakan naiknya komoditas tersebut dikarenakan stok yang mengelami penurunan. Sementara pada permintaan, bawang putih untuk bahan makanan di Kota Kediri masih tinggi. Dan kebanyakan konsumsi masyarakat ada pada bawang kanting yang merupakan kualitas terbaik dari seluruh jenis barang bawang yang ada di pasaran. “Musim yang tidak bisa ditebak masih membuat gejolak harga pada komoditas bahan makanan,” ujarnya.

Sementara untuk cabai rawit, selama Februari juga mengalami kenaikan dengan  harga tertinggi mencapai Rp 49 ribu per kilogram. Namun pada awal Maret ini cabai rawit mengalami penurunan dengan kisaran harga Rp 47 ribu per kilogramnya.

Selain komoditas bahan makanan, bahan bakar minyak yang juga mengalami kenaikan harga juga mempengaruhi inflasi dengan andil sebesar 0,04 persen. Tidak itu saja, naiknnya cukai rokok filter dan kretek juga memberikan sumbangan inflasi dengan andil 0,10 untuk filter dan 0,06 untuk kretek.

Ditambahkan, Maret naik turunnya inflasi masih bisa dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Beras yang menjadi salah satu komoditas yang memiliki andil besar pada inflasi bisa saja mengalami kenaikan jika terjadi gagal panen. “Semoga saja cuaca tidak terlalu ekstrem dan mengakibatkan gagal panen,” imbuhnya.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date