Komnas PA : “Polisi Harus Tuntaskan Kasus Ini”

Kediri, Koran Memo – Dugaan kasus pencabulan yang dilakukan “Koko” (50) membuat Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas PA) angkat bicara. Mereka meminta Polres Kediri Kota untuk menuntaskan dugaan kasus pencabulan yang dilakukan pengusaha aspal di Kediri ini.

Baca juga : Bos Aspal Dipolisikan, Diduga Cabuli Sejumlah ABG dan Polisi Belum Ungkap Identitas Terlapor

“Polisi harus menuntaskan kasus ini dan mengungkap pelaku pencabulan yang melibatkan anak dibawah umur,” tegas Arist Merdeka Sirait, Ketua KPAI saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (6/7) petang.

Aris meminta pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah masuk. Jangan sampai karena pengaruh orang penting dan adanya faktor kepentingan pihak kepolisian menutupi masalah dugaan pencabulan ini. Pihak kepolisian harus terus mengusut pelaku pencabulan tersebut.

Bukan tanpa alasan KPAI meminta Polres Kediri Kota segera menyelesaikan dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap An (16) dan Ag (17). Kasus pencabulan terhadap anak merupakan sebuah kejahatan kemanusian. Apalagi terhadap anak dibawa umur dan dilakukan oleh orang berpendidikan

“Tidak ada toleransi terhadap masalah tersebut. Anak-anak tidak boleh digunakan sebagai pemuas seksual,” tegas Aris.

Oleh sebab itu Aris meminta Polres Kediri Kota untuk segera menangkap pelaku pencabulan tersebut. Apabila petugas telah mendapatkan bukti-bukti yang memenuhi, seperti hasil visum dan sebagainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (4/7) lalu Polres Kediri Kota mendapat laporan dugaan pencabulan yang dilakukan “Koko”. Peristiwa ini dialami oleh dua pelajar yang masih duduk dibangku sekolah. Kedua remaja tersebut berinisial An dan Ag yang merupakan warga Kota Kediri.

Peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan Koko ini terjadi pada Februari 2015 lalu. Pencabulan ini berawal saat An berkenalan dengan Ag melalui jejaring sosial. Keduanya sering bertemu dan bercerita jika An mengalami masalah keuangan untuk biaya sekolah dan bimbingan belajar.

Dari pertemuan tersebut Ag mengenalkan An kepada “Koko” dan bertemu di rumah Ag. Kedua remaja tersebut kemudian diajak ke sebuah hotel yang ada di Kabupaten Kediri. Ditempat tersebut kedua remaja yang masih menyandang status pelajar ini dicabuli secara bergantian.

Pada pertemuan kedua, sekitar bulan April lalu An bersama temannya Me (17) kembali ke hotel yang sama. Di tempat tersebut “Koko” kembali melakukan hubungan layaknya suami istri kepada An dan Me. Kedua pelajar tersebut digilir secara bergantian hingga “Koko” merasa terpuaskan. “Koko” kembali memberikan uang sebagai imbalan kepada kedua pelajar tersebut. (c5)

Follow Untuk Berita Up to Date