Kolaborasi Dua Budaya, Hip-Hop dan Tari Topeng

Surabaya, koranmemo.com -Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya pertama kalinya mengadakan pertunjukan di Madura, menampilkan kolaborasi seni tari Prancis dan Sumenep, Madura serta diiringai musik karya musisi Jawa Timur.

Acara yang digelar atas bekerjasama dengan Kabupaten Sumenep ini bertitel Silaturahmi Dua Budaya (Rencontre de deux cultures). Menampilkan  duo penari hip-hop kelompok French Wingz yang akan berkolaborasi dengan seniman tari Topeng Madura dan pencak silat.

Pengirinya, musik dari kelompok asal Jawa Timur, Kayon dan musik Tong Tong Sumenep. Gelarnya pada Rabu (2/5) di depan Labâng Mésem, nama pintu gerbang Keraton Sumenep pada pukul 19.00 atau Jl Dr Soetomo.

Lokasi tersebut dipilih, kata Penanggung Jawab Budaya dan Komunkasi IFI, Pramenda Krishna A, karena Keraton Sumenep lekat dengan kekayaan warisan budaya. Masing-masing seniman, dari Prancis, Madura (Sumenep dan penampil tari pembuka dari Pamekasan), dan musisi Jawa Timur akan menampilkan karya masing-masing.

Acara dipungkasi dengan pertunjukan karya baru nan unik, sebuah kolaborasi seni yang pertama kali terjadi antara hip-hop Prancis, seni Tari Topeng dan pencak silat Sumenep serta musik Kayon.

Kelompok French Wingz yang tampil. Tambah Krishna, terdiri dari duo penari hip-hop, Archad (Archade Ali) dan Crackers (Stevens Tailiasson). Mereka merupakan finalis ajang pencarian bakat Got to Dance di Jerman dan finalis Incroyable Talent di stasiun TV Prancis M6.

Archad yang spesialis break dance dan hip hop telah memiliki karir internasional dan bekerja sama dengan sejumlah merk ternama sementara Stevens alias Crackers, jago akrobatik dan punya pengalaman bekerja di komunitas sirkus dan komedi musikal di berbagai tempat di Prancis.

Sementara itu Sumenep bakal menampilkan Rukun Pewaras, asli kelompok tari topeng yang turun temurun. Tari topeng merupakan bentuk kesenian teater rakyat tradisional yang paling kompleks dan utuh.

Hal tersebut disebabkan, dalam kesenian topeng mengandung unsur cerita, unsur tari, unsur musik, unsur pedalangan, dan unsur kerajinan, sehingga bentuk kesenian ini dianggap paling pas untuk digunakan sebagai media dakwah dengan tanpa menghilangkan unsur hiburannya yang kental dengan aroma kerakyatan.

Kemudian Takenuda, merupakan nama kelompok Pencak Silat asli Sumenep dan Pencak Silat adalah seni beladiri asli Indonesia. Sebuah budaya produk lokal yang memiliki banyak pemahaman di dalamnya, bergantung kultur daerahnya masing-masing.

Kemudian tampil AL Barokah, kelompok musik Tong Tong khas Madura yang terdiri atas alat musik perkusi. Jenis musik ini sangat populer di kalangan masyarakat Sumenep dan Madura dalam beberapa dekade terakhir ini.

Kemudian Kayon, adalah sekelompok pemusik yang beranggotakan sembilan orang dengan latar belakang keahlian yang berbeda beda. Sebagian dengan latar belakang string klasik dan sebagian lagi dengan latar belakang etnik khas Indonesia. Suwandi Widianto (Wandi) sebagai vokal dan etnik komposer. Pambuko Kristian (Pambuko) pada kendang dan vokal. Catur Fredi Wiyogo (Catur) pada alat musik tiup. Yuddan Fijar Sukma Timur (Yuddan) pada gamelan. Mochamad Pungki Hartono (Pungki) pada gamelan. Tomy Agung Sugito (Tomy) pada string klasik komposer dan biola. Marda Putra Mahendra (Marda) pada cello. Danu Hisa Kumala (Danu) pada biola. Dwi Rendra Sugiatma (Rendra) pada biola.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date