Kisah Fatimah Penderita Hidrosefalus:  Kedua Kakaknya  Sekolah Lagi, Fatimah Dirawat di RSUD

Sidoarjo, koranmemo.com – Miratul Aufah (11) dan Rini Nur Cahyati (7) akhirnya mau kembali bersekolah di SDN Glagah Arum Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Siswa kelas V dan I itu sempat dikabarkan putus sekolah demi menjaga adik bungsunya yang menderita Hidrosefalus, Fatimah Azzara.

“Iya, sekolah lagi. Adik Fatimah dijaga Ayah di rumah,” ujar Aufa, anak pertama pasangan Matful Mubin dan Indri Tri Novelia saat ditemui di sekolahnya, Jumat, (07/09/2018).Saat di dalam kelas, keduanya tampak serius memperhatikan gurunya dengan seksama. Terlihat juga keduanya bercanda dengan teman-teman di kelasnya.

Pihak sekolah SDN Glagah Arum memberikan klarifikasi terkait kedua kakak Fatimah yang putus sekolah. Guru kelas Aufa, Yahya menyebut jika keduanya masih terdaftar di sekolahan yang dia ajar.

“Keduanya masih tercatat disini. Namun jarang masuk sekolah. Tapi nyatanya mereka masih tercatat siswi di SD ini,” terang Yahya.

Dikatakan, kehadiran kedua siswi tersebut 3 atau 4 kali dalam seminggu. Meski begitu, pihak sekolah menyadari atas problem yang ada didalam keluarganya.

“Hampir satu tahun belakangan ini seperti itu. Tapi setelah sekolah, sudah tahu problemnya, kami memaklumi,” jelasnya.

Disisi lain, pagi tadi penderita Hidrosefalus sudah menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo. Fatimah dijemput petugas kesehatan dari puskesmas desa setempat dengan didampingi sang Ayah.

Hal itu usai kunjungan Wakil Bupati, Nur Achmad Syaifuddin beberapa hari yang lalu.
Pemerintah meminta memberikan perhatian khusus dan fasilitas pengobatan serius kepada Fatimah

Sementara itu, Atok Irawan Dirut RSUD Sidoarjo akan membentuk tim khusus dalam menangani penyakit yang diderita Fatimah.

“Tim khusus tersebut melibatkan para dokter spesialis. Diantaranya, dokter syaraf, dokter bedah, dokter spesialis anak, dokter rehab medik dan dokter ahli gizi,” tuturnya.

Beberapa tahapan, imbuhnya, akan dilakukan dalam proses penanganan Fatimah. Mulai diagnosis, scan hingga periksa laboratorium.

“Tentunya langkah-langkah itu akan bekerja jika pihak keluarga menyetujui si penderita di opname di RSUD,” pungkas Doktet Atok.

Reporter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date