Kirab Barongsai, Deklarasi Bebas Sampah

Mojokerto, Koran Memo – Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus bersama Wakil Walikota Mojokerto Suyitno serta sejumlah pejabat SKPD mendeklarasikan Kota Mojokerto bebas sampah. Deklarasi ini didengungkan bersamaan dengan Hari Bebas Sampah Internasional,yang jatuh Minggu (21/2) kemarin. Deklarasi tersebut bertempat di Tempat Peribadatan Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Sian Kiong, yang juga untuk merayakan tahun baru Imlek 2567. Deklarasi inipun dimeriahkan dengan penampilan kesenian barongsai yang dikirab keliling kota.

Walikota mojokerto mendeklarasikan kota bebas sampah (agung/memo)
Walikota mojokerto mendeklarasikan kota bebas sampah (agung/memo)

“Mulai detik ini, Kota Mojokerto kita nyatakan bebas sampah. Masyarakat Kota yang cinta kebersihan akan bergotong-royong membersihkan lingkungan masing-masing dari sampah. Tempatkan sampah pada tempat yang sudah disediakan,” kata Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus.

Pengamatan di lokasi, sebanyak 215 relawan bebas sampah dilibatkan dalam kegiatan yang juga ditandai penyerahan bantuan tempat sampah dari Klenteng Hok Sian Kiong. Kirab yang mengambil start dan finish di Klenteng Hok Sian Kiong, antara lain melewati rute Jl Letkol Sumarjo-Jl Majapahit-Jl Miji-Jl Bhayangkara-Jl PB Sudirman.

Tambur besar yang terus dipukul oleh seorang yang telah terlatih menambah nilai sakral pertunjukan budaya Tionghoa untuk hiburan masyarakat tersebut. Barongsai menjadi ikon kirab. Kepiawaian seniman barongsai pun memukau warga di sepanjang jalan. “Masyarakat kota cinta kebersihan dan akan bergotong royong membersihkan lingkungan masing-masing dari sampah,” tandas Walikota.

Sementara itu, Kepala DKP Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, terdapat dua kegiatan terkait Hari Bebas Sampah Internasional yang jatuh pada Minggu kemarin. “Kegiatan pertama, bersih-bersih sejumlah kawasan yang melibatkan karyawan Kantor Pos Cabang Mojokerto dan 120 orang relawan bebas sampah. Kegiatan dimulai pukul  08.00 WIB,” pungkas Amin. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date