Ketua PC IPNU Madiun Sebut Kebijakan Sistem Zonasi Peserta Didik Tidak Tepat

Madiun, koranmemo.com – Ketua PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Madiun Miftahul Anwar menilai penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 belum tepat jika diberlakukan secara merata.

Ia meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar mengevaluasi PPDB dengan sistem zonasi yang saat ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Di Kabupaten Madiun sendiri masih ada kategori sekolah favorit yang menurut kami belum tepat jika diterapkan sistem zonasi,” katanya, Senin (24/6).

Dikatakan salah satu yang menjadi pembeda yakni ada beberapa SMA Negeri di Kabupaten Madiun yang memiliki akses ke perguruan tinggi khusus dan ada yang tidak memiliki akses untuk kesana.
“Pemerintah pusat segera mengevaluasi aturan sistem zonasi tersebut agar tidak meresahkan,” ujarnya.

Sementara itu beradasarkan data dari website PPDB Jawa Timur untuk SMA di Kabupaten Madiun hanya tiga SMA Negeri yang telah memenuhi pagu murid.

Dengan rincian SMAN 1 Dagangan pendaftar 192 siswa pagu siswa 271 siswa. SMAN 1 Dolopo pendaftar 198 siswa pagu siswa 257 siswa. SMAN 1 Geger pendaftar 260 siswa pagu siswa 260 siswa. SMAN 1 Jiwan pendaftar 94 siswa pagu siswa 140 siswa. SMAN 1 Mejayan pendaftar 262 siswa pagu siswa 262 siswa. SMAN 1 Nglames pendaftar 239 siswa pagu siswa 292 siswa. SMAN 1 Saradan pendaftar 101 siswa pagu siswa 179 siswa. SMAN 1 Wungu pendaftar 61 siswa pagu siswa 130 siswa. SMAN 2 Mejayan pendaftar 258 siswa pagu siswa 258 siswa. SMAN Pilangkenceng pendaftar 97 siswa pagu siswa 206 siswa.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date