Ketua NasDem Madiun Protes Anaknya Kalah, Rekapitulasi di PPK Manguharjo Terhambat

Madiun, koranmemo.com – Pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019 di Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, sempat terhambat, Rabu (24/4) malam. Lantaran Ketua DPD Partai NasDem Kota Madiun, Mochid Soetono melakukan protes. Saksi dari Partai NasDem dianggap tidak bekerja secara benar. Sehingga, dokumen C1 yang dilaporkan saksi kepada partai berbeda dengan hasil plano KPU.

Mochid Soetono mengungkapkan, dokumen C1 dari saksi internal partai dinyatakan bahwa caleg NasDem Satriyo Bagus Wicaksono memiliki suara terbanyak dan dianggap lolos untuk menduduki kursi DPRD Kota Madiun. Namun saat rekapitulasi perolehan suara total di dapil Manguharjo, Satriyo yang merupakan anak kandung dari Mochid tersebut justru tidak lolos.

Dia kalah tipis dengan rivalnya yang juga dari partai NasDem, Tutik Sri Endang Wahyuni.
“Saya mengintruksikan DPC dan caleg untuk menyetorkan C1 dan foto-foto C1 yang ada di TPS masing-masing. Ternyata data yang masuk banyak yang palsu,” katanya.

Menurut Mochid, masalah ini hanya terjadi di dapil Manguharjo. Ia berasumsi, saksi NasDem dianggap telah “bermain mata” dengan caleg lain. “Untuk dapil lain nggak ada masalah, hanya Manguharjo ini saja yang menjadi masalah,” ujarnya

Terpisah, Komisioner KPU Kota Madiun, Rokhani Hidayat menuturkan, keberatan Mochid tersebut dikarenakan surat mandat yang disampaikan saksi NasDem ke PPK Manguharjo dianggap ilegal. Karena tidak sepengetahuan Ketua DPD NasDem Kota Madiun.

“Jika memang surat mandat yang disampaikan itu ilegal, supaya segera diperbaiki. Kemudian terkait dengan masalah internal, kita minta NasDem segera menyelesaikan, sehingga proses parpol lain tidak terganggu,” ujarnya.

Sesuai dengan data pleno, Satriyo Bagus Wicaksono memperoleh sebanyak 768 suara. Sedangkan Tutik Endang Sri Wahyuni mendapatkan suara sebesar 780. Hanya selisih 12 suara saja di dapil Manguharjo.

Sementara itu, PPK Manguharjo dan Kartoharjo telah menyelesaikan hasil rekapitulasi. Kotak suara yang berada di Kartoharjo dan Manguharjo kemudian digeser ke gudang KPU di Asrama Haji Kota Madiun, Kamis (25/4).

Hasil rekapitulasi akan dikirim ke kantor KPU. Untuk Taman masih proses karena banyak temuan masalah. “Untuk proses rapat pleno rekapituliasi ditingkat KPU Kota Madiun yang direncanakan tanggal 30 April 2019,” tandasnya.

Data hasil pleno di tingkat PPK Manguharjo dengan alokasi 9 kursi, dimungkinkan PDIP bakal memperoleh dua kursi legeslatif, yakni Dwi Djatmiko Agung Subroto alias Kokok Patihan (2024) dan Andi Raya BMS (1525). Perindo Sudarjono (1899), Demokrat Ismiati (1171), Gerindra Slamet Hariyadi (1363), NasDem Tutik Endang Sri Wahyuni (780), PPP Yunita Aliya Wijayani (992), PKB Erlina Susilorini (1381), dan PKS Indah Sat Rachmaniati (723).

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date