Ketua KPU Diperiksa Polisi

Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Pilbup 2015

Mojokerto, Koran Memo – Penyidik unit tindak pidana korupsi (tipikor) Satreskrim Polres Mojokerto memeriksa Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhannafiq, Kamis (31/3). Pemeriksaan ini dilakukan terkait dugaan penyelewengan dana hibah dari Pemkab Mojokerto untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2015 senilai Rp 30 miliar.

Komisioner KPU, Ayuhannafiq sedang dimintai keterangan di ruang tipikor satreskrim (agung/memo)
Komisioner KPU, Ayuhannafiq sedang dimintai keterangan di ruang tipikor satreskrim (agung/memo)

Pengamatan di Mapolres Mojokerto, Komisioner KPU yang bisa disapa Yuhan tersebut terlihat tiba sekitar pukul 10.00 WIB, seorang diri. Setibanya, Yuhan langsung memasuki ruangan unit tipikor. Yuhan baru keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Hari ini kami melakukan klarifikasi atau meminta keterangan terhadap Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, saudara A (Ayuhannafiq),” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso kepada wartawan.

Budi menjelaskan, pemeriksaan terhadap Ketua KPU berawal dari adanya laporan dari koalisi LSM Mojokerto. Diduga terjadi penyelewengan dalam penggunaan dana hibah dari Pemkab Mojokerto untuk penyelenggaraan Pilbup 2015 senilai Rp 30 miliar. Selama 2 jam pemeriksaan, oleh petugas Ayuhannafiq dicecar 23 pertanyaan. “Pemanggilan didasari dari pengaduan masyarakat soal penggunaan dana hibah untuk pemilihan Bupati Mojokerto tahun 2015 Rp 30 miliar. Untuk itu yang bersangkutan (Ayuhannafiq) kami mintai keterangan terkait pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut,” jelasnya.

Sayangnya dalam pemeriksaan kali ini, Ayuhannafiq belum memberikan jawaban yang signifikan. Hanya saja menurutnya, dana sisa hibah Pilbup 2015 senilai Rp 8,56 miliar sampai saat ini belum dikembalikan ke kas daerah. Padahal seharusnya dana sisa itu dikembalikan satu bulan setelah pilbup selesai. “Hasil klarifikasi hari ini sampai sekarang belum dikembalikan sisa keuangan tersebut ke pemda. Katanya bingung akan dikembalikan ke siapa. Dari keterangan Ketua KPU tadi dana sisa tersebut masih di rekening KPU,” ungkapnya.

Budi menambahkan, pemeriksaan Ketua KPU Mojokerto masih sebatas klarifikasi. Pihaknya akan memanggil semua komisioner, bendahara, dan sekretaris KPU Mojokerto terkait penggunaan dana hibah senilai Rp 30 miliar tersebut. Selain itu, setelah klarifikasi rampung pihaknya akan meminta bantuan BPK untuk melakukan audit untuk memastikan adanya kerugian negara.”Lanjut hari Senin akan kami mintai keterangan Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto. Kami ingin mengetahui pertanggungjawaban penggunaan keuangan tersebut. Surat panggilan hari ini sudah kami layangkan,” pungkasnya.

Sementara, Ayuhannafiq, usai dimintai keterangan mengatakan, pihaknya optimis tak ada penyelewengan dalam penggunaan dana hibah untuk Pilbup 2015.”Saya pikir selama ini kami sudah sesuai peraturan yang ada. Tidak ada masalah, malah kami kembalikan sisa dana sebesar Rp 8,56 miliar,” ujarnya. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date