Ketua Karang Taruna Bismo: Cluster Kampung Ramah Anak Masih Minim Fasilitas

Share this :

*Dinkop UMTK Dorong Kelurahan Kampung Dalem Kediri Jadi Kampung Wisata

Kediri, Koranmemo.com- Dari 4 cluster yang ada di Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri Jawa Timur, yang digagas untuk menjadi kampung wisata, ada satu cluster yang masih ada masalah yakni cluster Kampung Ramah Anak.  Masalah yang dimaksud adalah menyangkut fasilitas untuk anak-anak yang sampai saat ini masih sangat minim.

Ketua Karang Taruna Bismo Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri, Hanifah Kurniasari ST mengakui, Kampung Rama Anak ini terwujud berkat kesadaran warga setempat sehingga dalam ini pihak Kelurahan Kampung Dalem tinggal mensupport. Apalagi menurutnya, ini merupkan Kampung Ramah Anak yang pertama di Kota Kediri bahkan bisa dikatakan Kampung Ramah Anak di Kampung Dalem ini bisa dikatakan sebagai pionernya.

“Hanya saja, masalah ya, itu. Fasilitas kami sangat minim. Di Kampung Rama Anak ini belum ada: taman bermain, taman edukasi dan fasilitas lain yang mendukung. Makanya kami berharap ada dinas-dinas terkait bisa memberikan dukung kegiatan ini,” tandasnya.

Meski memiliki fasilitas yang minim, Hanifah Kurniasari ST mengakui pihaknya sangat mengapresiasi kerjsama dan kekompakan warga Kelurahan Kampung Dalem. “Demikian halnya terkait program kampung wisata ini. Untuk konsep wisata jelas semua memiliki potensi sehingga tidak bisa dibandingkan antara cluster yang satu dengan yang lain karena masing-masing mempunyai ciri khas,” tambahnya.

Seperti diketahui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Jawa Timur sudah memberi dukungan untuk program kampung wisata di Kelurahan Kampung Dalem ini terkait cluster ke 3 yakni dengan dibentuknya  RW 03 dijadikan Kampung Wira Usaha.

 Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri Drs Kristianto mengatakan, pihaknya sangat mendorong Kelurahan Kampung Dalem menuju kampung wisata. “Kami sangat mendukung dan mensupport, karena di antara empat cluster tersebut di dalamnya ada cluster wira usaha sehingga kami ikut bertanggung jawab,” katanya.

Ditegaskan, dukungan yang diberikan kepada kelurahan tersebut berupa pelatihan dan pemberdayaan. “Ya, kita support dengan pelatihan dan pemberdayaan,” tambahnya.

Lebih jauh ketua Karang Taruna Bismo menambahkan, program kampung wisata Kampung Dalem dirancang menggunakan sistem cluster, yakni dengan cara mengelompokkan potensi masyarakat berdasarkan wilayah tempat tinggal,” katanya.

Sedangkan penyusunan program unggulan pada masing-masing cluster tersebut, menurut Hanifah,  mengacu pada konsep dasar desa wisata dan juga hasil studi banding ke Yogyakarta. “Hasil studi banding ke Kelurahan Rejowinangun, Kota Gede, Yogyakarta, yang menjadi inspirasi kami,” lanjutnya.

Kelurahan Kampung Dalem memiliki 4 rukun warga (RW) dengan potensi yang berbeda, sehingga Kampung Dalem dibagi menjadi 4 cluster yang disesuaikan dengan potensi masing-masing RW.

Seperti RW 01 berpotensi budaya, maka dipotensikan menjadi Kampung Budaya. Karena masyarakat RW 01 mengembangkan seni lokal berupa reog, hadrah dan jaranan. Di kelompok ini terdapat makam Sunan Geseng yang dijadikan wisata religi sekaligus sebagai pusat upacara adat masyarakat Kampung Dalem, seperti upacara Gerebeg Suro.

 RW 02 dipotensikan sebagai kampung ramah anak. Ikon tersebut didasarkan pada program warga RW 02 dalam perlindungan perempuan dan anak, karena saat ini RT 03 dan RT 04 telah menjalankan program mematikan TV pada jam belajar masyarakat, yaitu mulai jam 16.00 – 19.00 WIB. Serta merokok di luar rumah bagi orangtua yang merokok.

RW 03 dijadikan kampung wira usaha, karena didasarkan pada lokasi RT 03 yang berdekatan dengan fasilitas publik seperti Alun-alun Kota Kediri, serta potensi masyarakat yang beragam dalam bidang UMKM, seperti usaha warung kopi, rumah makan, bengkel, salon, laundry, penginapan dan keberadaan paguyuban PK5 Alun-alun.

Sedangkan RW 04 dijadikan kampung hijau, karena di lingkungan RW 04 ini terdapat potensi penghijauan bahkan telah mendapatkan berbagai penghargaan dalam bidang lingkungan hidup. Terdapat pula bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *