Kesulitan Mengerjakan Soal Bergambar

Malang, koranmemo.com – Sebanyak 13 peserta difabel berpartisipasi dalan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Malang, Selasa (8/5). Dalam ujian tersebut, salah satu peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di Universitas Brawijaya (UB) Malang merasa kesulitan mengerjakan soal bergambar.

Fajar Ramadhan, salah satu peserta difabel (tuna netra) mengatakan, dalam mengerjakan soal Matematika ada soal bergambar.  Dia merasa kesulitan untuk mengetahui gambar apa yang ada dalam soal tersebut. Sementara untuk pendamping dari pihak panitia juga kebingungan bagaimana cara menyampaikannya ke Fajar. “Ya pada akhirnya dilewati saja. Ada sekitar 20 soal bergambar tadi yang saya lewati karena kesulitan,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk proses mengerjakannya panitia yang membacakan seluruh soal lalu dia yang menjawab. Selain ada beberapa soal yang dia lewati, ada beberapa soal juga yang tidak dia kerjakan karena waktu sudah tidak mencukupi. “Waktu mengerjakan tadi dari pukul 09.45 WIB hingga pukul 11.45 WIB. Soalnya panjang-panjang jadi nggak mencukupi waktunya untuk mengerjakan seluruhnya,” paparnya.

Dia mengaku sebelum mengikuti ujian SBMPTN ini sudah mempersiapkan terlebih dahulu, apalagi mengetahui jika ujian tersebut menggunakan standar umum dan tidak memakai huruf braille. “Kalau saya kan lulusan SLB yang kurikulumnya bukan standar umum, masih dibawahnya. Kalau SBMPTN ini kan yang diujikan sudah standar umum. Sedikit kaget juga tadi mengetahui soal-soalnya seperti apa pada waktu mengerjakan,” pungkasnya.

Fajar berharap dia dapat lulus dan diterima di kampus pilihannya yakni pilihan pertama di Universitas Negeri Malang (UM) dengan jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) sedangkan pilihan kedua di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dengan jurusan musik. “Cita-cita saya menjadi guru SLB, maka dari itu ingin kuliah di jurusan PLB,” pungkasnya.

Reporter : Yudha Kriswanto

Editor    : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date