Kesadaran Berlalulintas Rendah

 2016 Sebanyak 9.533 Kasus

Trenggalek, koranmemo.com – Kesadaran masyarakat di Trenggalek untuk tertib berlalu lintas sepertinya masih sangat rendah, dilihat tingginya jumlah pelanggaran lalu lintas ( lalin ) yang mencapai ribuan kasus dan penindakan , jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya (2016-red), terdapat peningkatan jumlah pelanggaranan lebih dari 100 persen.

Informasi yang diterima Koran Memo, tahun ini terdapat 9.533 kasus pelanggaran. Berarti naik sekitar 5.388 kasus pelanggaran dari tahun 2015 yang hanya 4.145 kasus pelanggaran lalu lintas

Sebagian besar pelanggaran tersebut pada kelompok usia remaja atau pelajar, yang menjadi penyebab dilakukan penindakan tilang seperti tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM) sebanyak 5.098 kasus dan tidak menggunakan helm sebesar 1.028 kasus.

“Selain tidak memiliki SIM dan helm, tindakan tilang tersebut diberikan karena para pengendara tidak memenuhi standar kelengkapan dan keselamatan berkendara,”jelas Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman melalui Kasatlantas AKP Heru Sudjio,Sabtu (31/12).

Heru mencontohkan, yang tidak memenuhi standar kelengkapan, keselamatan berkendara juga tidak membawa STNK, melanggar rambu rambu, muatan berlebihan, tidak memasang sabuk pengaman, dan kelengkapan lainnya.”Penindakan terhadap pelajar menempati urutan kedua dalam daftar pelanggaran tersebut,”jelasnya.

Dalam undang undang dan peraturan berlalu lintas, tidak ada dispensasi bagi pelanggar lalu lintas. Untuk itu, tidak tebang pilih dalam memberikan sanksi atau penindakan tilang meskipun terhadap pelajar, disisi lain memang ada sejumlah faktor yang memicu tingginya pelanggaran dari kelompok pelajar, yang belum cukup usia untuk mendapatkan SIM.

“Untuk itu faktor geografi atau lokasi yang jauh sehingga tidak memungkinkan jika ditempuh dengan mudah transportasi lain,”terangnya.

Heru menambahkan atas dasar banyaknya kasus pelanggaran yang juga dari kalangan pelajar tersebut, pihaknya berencana mengadakan pelatihan serta penyuluhan ke sekolah sekolah pada tahun 2017 ini. “Jika di prosentase pelanggaran tahun ini meningkat sekitar 130 persen dari tahun sebelumnya,”terangnya. (on/haz )                 . .

.

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date