Kepala Sekolah Tingkat Pendidikan Dasar se-Kecamatan Pesantren Kota Kediri Percepat Penerapan Kurikulum Antinarkoba

Kediri, koranmemo.com – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) tingkat Pendidikan Dasar Kecamatan Pesantren mengadakan pertemuan dalam rangka mengembangkan Kurikulum Terintegrasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), Selasa, (13 Agustus 2019).

Kegiatan yang bertempat di SD Negeri Pakunden 1 Kecamatan Pesantren Kota Kediri tersebut dihadiri oleh empat puluh dua Kepala Sekolah Dasar se-Kecamatan Pesantren.

Salah satu topik bahasan utama dari pertemuan tersebut adalah terkait upaya percapatan penerapan Kurikulum Pendidikan Dasar yang sudah terintegrasi dengan P4GN di seluruh Sekolah Dasar dalam wilayah tersebut.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Penyuluh BNN Kota Kediri, Miftakul Choiriyah, S.I.Kom. yang turut menyampaikan informasi terkait dasar hukum dan kebijakan strategis yang dapat dijadikan pedoman penerapan kurikulum terintegrasi P4GN.

Salah satunya adalah kebijakan berbentuk Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: NK/47/VII/2018/BNN dan Nomor: 72/VII/NK/2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Salah satu poin dalam ruang lingkup nota kesepahaman tersebut adalah terkait “Pengembangan materi bahaya penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran”. Jadi sudah cukup jelas, bahwa setiap satuan pendidikan wajib menerapkan kurikulum terintegrasi P4GN tersebut.

Proses integrasi P4GN pada kurikulum Sekolah Dasar yang telah digagas oleh BNN Kota Kediri bersama dengan tim penyusun kurikulum pendidikan dasar ini telah disusun dan dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun.

Hal itu dirasa sangat penting, karena kini tidak hanya orang dewasa saja yang terbukti menjadi penyalahguna narkoba, remaja bahkan anak-anak juga sudah mulai teracuni narkoba. Buktinya, berdasarkan survei kategori penyalahguna narkoba, “pelajar” menempati peringkat kedua sebagai kalangan yang paling banyak menyalahgunakan narkoba, setelah kalangan “pekerja”.

Tak ingin hal tersebut terus berlanjut, maka salah satu upaya nyata yang sangat perlu dilakukan adalah dengan menyelipkan pesan antinarkoba dalam mata pelajaran/ kurikulum pedidikan sekolah dasar.

Dengan demikian, diharapkan para generasi muda calon penerus bangsa dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba, sehingga mereka bisa menjelma sebagai generasi berkualitas yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date