Kepala Disnakertrans Provinsi Jatim Jadi Pjs Bupati Jombang

Share this :

Jombang, koranmemo.com– Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik empat pejabat pemprov Jatim sebagai Pjs bupati/wali kota di empat wilayah, dimana bupati/wali kota maju dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018. Pelantikan digelar di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (14/2).

Dari empat pejabat pemprov tersebut, salah satunya ditugaskan sebagai Pjs Bupati Jombang. Dia adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Setiajit.

Usai prosesi pelantikan di Surabaya, Rabu (14/2) sore pejabat berkacamata ini langsung menuju ke Kota Santri. Salah satu agenda yang pertama kali dilakukan yakni berkenalan dengan wartawan  yang bertugas di Jombang.

“Kita kenalan ya. Nama saya Setiajit. Iki tok  jenengku fotonen (ini saja nama saya, silahkan difoto, red),” sambil menunjuk ke papan nama yang ia kenakan.

Setiajit melanjutkan, dirinya ditugaskan oleh Gubernur Soekarwo untuk membantu pemerintah Kabupaten Jombang sebagai Penjabat sementara (Pjs) Bupati Jombang. “Biar tulisannya tidak salah sekali lagi Penjabat sementara, ada “N”-nya,” lanjutnya.

Dikatakan, tugasnya yang pertama memastikan pelayanan publik berjalan lancar tidak ada kendala. Kemudian tugas yang kedua lanjunya mengawal pelaksanaan pilkada Jombang agar berjalan lancar dan sukses.

“Sebagaimana kultur masyarakat Jombang yang ayem, tentrem, guyub, rukun tetapi tetap dinamis. Makanya saya ditugaskan untuk menjaga kultur ini tetap bagus. Saya juga memastikan ASN tetap netral. Tidak bela sana bela sini secara terbuka, karena memang punya hak pilih,” tuturnya.

Kemudian, bersama dengan Forkopimda dan DPRD, para kiai, alim ulama, masyayikh, menjaga situasi Jombang tetap kondusif. “Saya minta tolong juga teman-teman media juga aktif memberikan informasi kepada saya,” ujarnya.

Saat disinggung jaminan ASN netral, Setiajit menandaskan bahwa kendati sebagai Pjs, dirinya juga memiliki kewenangan seperti halnya bupati. Untuk itu dia mengingatkan ASN agar tidak menganggap remeh imbauannya.

“Kalau ada ASN  tidak netral dan terbukti, maka akan diberlakukan sanksi. Mulai teguran lisan, tertulis, tertuis 1,2,3 dan bahkan kalau ‘ngeyel’  ya dipecat,” pungkasnya.

 

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz