Kenduri Ketupat Jadi Tradisi Lebaran

Nganjuk, koranmemo.com – Setelah menjalankan ibadah puasa ramadan dan puasa 6 hari setelah 1 syawal, warga Desa Salamrojo Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk melaksanakan kenduri ketupat. Acara ini rutin digelar setiap tahun lantaran sudah menjadi tradisi secara turun temurun.

Pada Rabu (12/6) pagi masyarakat mulai terlihat berdatangan ke musala setempat dengan membawa sejumlah ketupat, lepet, dan menu pelengkap yang lain. Setelah berkumpul warga mengisi kenduri dengan pembacaan tahlil serta kirim doa terhadap leluhur.

“Kenduri ketupat ini rutin digelar setiap tahun. Karena diwariskan oleh leluhur dan sudah menjadi tradisi secara turun temurun,” ungkap Muhammad Mizan Syaroni, tokoh masyarakat desa setempat.

Mizan menyampaikan, tradisi ini juga dilakukan oleh masyarakat sebagai wujud rasa syukur setelah sebelumnya disunnahkan menjalankan puasa selama 6 hari setelah 1 syawal. “Tradisi kenduri ketupat ini terus dilakukan oleh warga karena dianggap baik, selain itu juga sebagai sedekah,” imbuhnya.

Mizan menyampaikan, di dalam agama diterangkan bagi yang menjalankan puasa ramadan kemudian puasa 6 hari setelah 1 syawal, maka pahalanya akan dilipatgandakan seperti puasa selama 1 tahun penuh.

“Warga desa menggunakan ketupat yang diadopsi dari bahasa Arab ‘kaffah’ yang berarti sudah cukup atau sempurna. Sedangkan ‘lepet’ diambil dari bahasa Jawa yang berarti lepat-luput atau berarti mengakui kesalahan,” papar Mizan.

Sementara itu, dengan menjalankan tradisi seperti ini warga berharap agar segala amal selama menjalankan ibadah puasa ramadan maupun syawal diterima. Serta agar segala kesalahan yang pernah diperbuat diampuni oleh Allah SWT.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date