Kenaikan TDL, Warga Tidak Mampu Tak Terdampak

Nganjuk, koranmemo.com – Mulai Januari tahun ini, Tarif Dasar Listrik (TDL) bagi pelanggan listrik daya 900 Volt Ampere (VA) mengalami kenaikan secara bertahap.  Dengan  kata lain, subsidi yang mereka peroleh selama ini akan dicabut.  Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi warga yang tidak mampu.  Mereka tidak akan terdampak atau terpengaruh dengan hal tersebut, karena saat pembayaran, PLN tetap akan memberikan subsidi bagi warga yang tidak mampu.

Amir Fauzi, Staf Transaksi Energi PLN Kabupaten Nganjuk menjelaskan, pencabutan subsidi listrik sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun kemarin.  Pasalnya, pemerintah pusat melihat, banyak pelanggan listrik 900 VA yang sebenarnya berasal dari golongan mampu.  Oleh karena itu, pencabutan subsidi dilakukan secara bertahap agar subsidi listik ini tepat sasaran.  Dan bulan ini adalah tahap yang ke dua terhitung sejak 1 Maret lalu.

Dari data PLN, di Kabupaten Nganjuk terdapat 60.203 pelanggan listrik 900 VA.  Jumlah tersebut dibagi menjadi dua golongan. Yang pertama yakni golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) dan yang kedua  golongan warga tidak mampu penerima subsidi.  Amir mengungkapkan, bagi yang bersubsidi, tarifnya akan tetap yakni Rp 605 per kWh.  Sedangkan untuk golongan RTM, Januari lalu sudah naik mulai dari Rp 791 per kWh. “Nantinya akan terus naik secara bertahap sampai Mei,” ujarnya.

Untuk tahap ke dua, per 1 Maret hingga 30 April ini, ada kenaikan lagi dari Rp 791 menjadi Rp 1.034.  Artinya, tarif seperti ini sudah sama dengan daya perekonomian masyarakat dari golongan mampu. “Jadi dikembalikan ke awal jika tidak disubsidi,” ungkapnya.

Amir juga menjelaskan, untuk menentukan apakah pelanggan termasuk golongan mampu atau tidak, PLN melihatnya di Basis Data Terpadu (BDT), yang didata oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).  “Jika nama pelanggan tersebut terdaftar di BDT, berarti orang tersebut layak disubsidi. Akan tetapi jika NIK orang tersebut tidak terdaftar berarti masuk pada golongan yang non subsidi,” paparnya.

Untuk diketahui, pencabutan subsidi pada daya 900 VA tersebut dilakukan dengan tiga tahap. Yang pertama dilakukan pada periode Januari 2017 hingga Februari 2017, yang awalnya Rp 605 per kWh menjadi Rp 791 per kWh.  Kemudian tahap ke dua dilakukan pada Maret 2017 hingga April 2017, dari Rp 791 per kWh menjadi Rp 1.034 per kWh. Sedangkan tahap ketiga berlangsung Mei 2017 hingga Juni 2017 dari Rp 1.034 per kWh menjadi Rp 1.352 per kWh. Peraturan tersebut sudah sesuai dengan peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.28 Tahun 2016. (dha)

Reporter : Yudha Kriswanto

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.