Kemudikan Truk Sampai Akhirat

Kediri, koranmemo.com — Sudarno (50) warga RT 21/RW 04 Kelurahan Pesantren Kecamatan Pesantren Kota Kediri, meninggal dunia saat mengemudikan truk dengan Nomor Polisi AG 9925 UA di Jalan Mayjend Sungkono Kelurahan Semampir Kota Kediri, Sabtu (16/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Diduga korban meninggal akibat serangan jantung, beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolsek Kediri Kota, Kompol Suyitno mengatakan, petugas yang mendapat laporan dari Abdul Arifin (36) Lingkungan Ngaglik Kelurahan Dandangan, segera menuju lokasi kejadian. Untuk proses pemeriksaan, petugas berkoordinasi dengan petugas INAFIS Polres Kediri Kota dan petugas Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. “Dugaan sementara dari hasil pemeriksaan dokter, korban meninggal akibat serangan jantung,” jelasnya saat dikonfirmasi koranmemo.com.

Menurut Aiptu Tjatur Satrio Utomo Kasi Humas Polsek Kediri Kota, untuk sementara waktu jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan visum luar, sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga. Sedangkan kendaraan truk, sudah diambil pihak gudang rongsok, karena tidak terlibat kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Abdul Arifin (36) menjelaskan, sebelum kejadian, dia bersama korban dan dua petugas angkut barang bekas (rongsok), berangkat menuju Kabupaten Nganjuk untuk mengambil rongsok berupa besi tua dan beberapa jenis barang bekas lainnya. “Berangkat dari gudang yang berada di Kelurahan Burengan sekitar pukul 08.50 WIB, saya dan teman – teman tidak melihat ada yang aneh pada korban,” tuturnya.

Setelah berangkat menyempatkan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang berada di Kelurahan Kaliombo. Korban masih bisa bergurau dengan teman – temannya, bahkan hampir di sepanjang perjalanan masih sering berbicara. Namun setelah tiba di simpang empat Jembatan Brawijaya, korban mengeluh sesak dan merasa pengelihatannya mulai gelap.

Laju kendaraan pun semakin lama melambat dan tiba – tiba korban tidak sadarkan diri, dan tersungkur di kemudi truk. Teman – teman korban yang mengetahui hal tersebut terkejut, serta mencoba meraih kemudi. Secara spontan, kemudi tersebut ditarik hingga laju truk mengarah ke sebelah kiri jalan (barat) sehingga menabrak pembatas jalan dan berhenti.

“Di dalam kabin tadi, tidak ada yang bisa mengemudi. Tapi teman saya yang berada di samping korban, berusaha untuk memutar kemudi. Beruntung laju truk tidak kencang, serta tidak mengarah ke sebelah kanan jalan (timur). Kalau ke arah kanan, pasti akan terjadi kecelakaan lalu lintas dan menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Ditambahkan, selama melakukan pekerjaan selama kurang lebih tujuh tahun dengan korban, korban sering mengeluh tidak enak badan (masuk angin). Meskipun dengan kondisi fisik yang kurang prima, korban masih bersemangat untuk bekerja dan terkadang mengambil rute ke luar daerah di Karisidenan Kediri.

Sundono (72) warga yang bekerja di salah satu warung lingkungan Semampir, sebelum truk berhenti truk melaju dari arah selatan menuju arah selatan, laju truk cenderung lambat serta sedikit mengarah ke sisi kiri jalan. Tiba – tiba, truk menabrak pembatas jalan dan berhenti. “Sempat terkejut, mengapa tiba – tiba truk besar sampai menabrak pembatas. Bahkan, salah satu penumpang tadi ada yang pingsan karena mengetahui temannya meninggal dunia,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date