Kematian Akibat Tidak Konsumsi Ganja

Share this :

Globalisasi, liberalisasi serta kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi membuat arus informasi menjadi tidak terbendung. Hal inilah yang membuat gaya hidup seseorang di perkotaan ikut mengalami perubahan, pada satu sisi hal tersebut dianggap memberikan manfaat dan memberikan kemudahan namun di sisi lain dapat pula mendorong seseorang memiliki kecenderungan berperilaku negatif dengan pola hidup konsumtif.

Selain itu rapuhnya tatanan dan nilai-nilai yang ditanamkan pada usia dini di lingkungan keluarga dan teman sepergaulan dianggap ikut memberikan kontribusi dan mendorong seseorang terpengaruh ke dalam lingkungan pergaulan yang kurang sehat, sehingga tidak jarang ada yang terjerumus ingin coba-coba akibat rasa ingin tahu akibat bujukan teman sepergaulan dan memilih untuk mengkonsumsi narkotika dan zat adiktif lainnya, sebagai alat untuk melepaskan diri dari tekanan dan himpitan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Ganja di Indonesia merupakan tanaman yang unik dan kontroversial. Di sisi lain banyak para medis meyakini tumbuhan ini bisa digunakan untuk obat namun tak sedikit yang melarang dan mengutuknya karena memabukkan. Di Indonesia ganja dilarang keras beredar. Siapa pun kedapatan menjual, menyebarkan, memiliki, dan menggunakan ganja bisa dihukum penjara. 

Ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal sebagai obat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok. Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya terutama pada para seniman dan musisi.

Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Pelarangan ganja kecuali untuk  pengobatan karena kekhawatiran meluasnya penyalahgunaan. Di banyak negara, ganja masih dianggap sebagai narkotika yang dilarang demikian halnya di Indonesia. Memang ada sebagian negara yang memperbolehkan pemakaian ganja secara medis, walau terbatas.

 Mengapa ganja harus diilegalkan di Indonesia ? Manusia memiliki hak dasar untuk membuat pilihan bagi diri mereka sendiri asalkan tindakan mereka tidak merugikan orang lain. Individu yang bertanggung jawab dalam masyarakat bebas harus dibiarkan untuk memilih apakah iya atau tidaknya mereka menggunakan ganja. Kebebasan individu merupakan nilai fundamental. Pemerintah membuang-buang waktu dan uang dengan melarang penggunaan marijuana. Pembayar pajak dipaksa untuk membayar pajak, yang salah satunya untuk menganiaya, mengadili, dan memenjarakan orang yang memiliki & menggunakan ganja.

 Jika ganja menjadi legal dan diatur oleh pemerintah (seperti alkohol dan tembakau), keuntungan financialnya, ditambah dengan pendapatan pajak dari penjualan ganja, bisa digunakan untuk keperluan lain seperti pendidikan dan perawatan kesehatan. Beberapa orang berpendapat bahwa ganja harus ilegal karena menimbulkan risiko kesehatan. Klaim ini terdengar tidak logis. Pertimbangan kesehatan memerlukan argumen untuk menghindari penggunaan ganja yang berlebih, tapi akhirnya kembali pada masing-masing individu yang harus dibiarkan memiliki kebebasan pribadi untuk memutuskan apakah iya atau tidaknya dalam penggunaan ganja.

 Ada banyak bukti yang bersifat anekdot, serta beberapa penelitian ilmiah, yang menunjukkan bahwa ganja dapat efektif sebagai pengobatan untuk beberapa penyakit. Manfaat ganja dapat meliputi rangsangan nafsu makan bagi pasien kanker dan AIDS, dan rasa sakit pada umumnya. Namun pemerintah kita konsisten menghalang-halangi penelitian dan pengujian ganja sebagai obat.

 Pada kasus seorang suami yang rela melanggar hukum menanam ganja sebagai kasih sayang kepada istrinya yang dilanda penyakit langka. Dan pihak keluargapun telah berupaya pengobatan kesana kemari namun tidak menemukan obatnya yang cocok. Mirisnya lagi seorang istri tak dapat melanjutkan hidup sebab suaminya tertangkap dan tak dapat mengkonsumsi ganja lagi.

 Rasanya tak adil jika melihat ganja hanya berdasarkan efek buruk yang disebabkannya. Ganja juga memiliki sisi baik dan bisa dimanfaatkan dalam hal kesehatan jika digunakan dengan tepat. Dalam pengawasan ketat dokter, zat aktif dalam ganja bisa dipergunakan untuk mengatasi penyakit epilepsi, mengurangi nyeri, serta kejang berulang.

Dapat disimpulkan, ganja merupakan zat yang sangat berbahaya jika disalahgunakan pemakaiannya, akan tetapi selain memiliki dampak negatif, ganja juga bisa memiliki dampak yang positif, terutama pada tubuh kita tentunya dengan dosis yang tepat. Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan ganja, dalam kehidupan kita sehari-hari maupun bermasyarakat hendaknya kita semua bisa lebih berhati-hati terutama dengan pengaruh lingkungan sekitar kita & perlunya pengetahuan tentang bahaya penggunaan ganja.

 

Pengirim: RAHDIYANA AJI PRAKOSO

Pendidikan Biologi

Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz